Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KASUS PENJUALAN KONDENSAT: TubanPetro Minta TPPI Tidak Dimatikan

PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) menghimbau agar kasus dugaan korupsi dan atau pencucian uang tidak mematikan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
Fauzul Muna
Fauzul Muna - Bisnis.com 07 Mei 2015  |  06:31 WIB
KASUS PENJUALAN KONDENSAT: TubanPetro Minta TPPI Tidak Dimatikan
Penyidik Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (5/5) terkait penyidikan tindak pidana korupsi dan pencucian uang penjualan kondesat oleh SKK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) Tahun 2009-2010 dengan kerugian negara sekitar Rp2 triliun. - Antara/Imam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) menghimbau agar kasus dugaan korupsi dan atau pencucian uang tidak mematikan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

TubanPetro merupakan pemilik sebagian saham TPPI. Direktur TubanPetro Riki F. Ibrahim menyerahkan proses hukum kepada pihak yang berwenang. Namun, katanya, jangan sampai TPPI tidak beroperasi selamanya karena kasus dugaan korupsi yang telah terjadi lima tahun silam.

Menurutnya, saat ini aset TPPI telah menjadi milik pemerintah. Di saat Indonesia mengalami kesulitan membangun kilang sehingga harus mengimpor bahan bakar minyak (BBM) berkadar oktan 92, tambahnya, TPPI jangan sampai dimatikan dan menjadi besi tua.

Dia menjelaskan pemerintah masih bisa menggunakan TPPI sebagai pengurang impor BBM RON 92 dengan mengoperasikan kilang tersebut. "Silakan diadili oknum yg bermasalah tapi TPPI jangan dimatikan juga," katanya di Jakarta, Rabu (6/5).

TPPI sendiri memiliki utang yang menggunung sehingga berhenti beroperasi sejak Desember 2011. Kilang tersebut beroperasi kembali per 1 November 2013 melalui kerja sama berskema tolling dengan PT Pertamina (Persero).

Sayangnya, produksi hanya berlangsung beberapa bulan, kemudian berhenti kembali hingga sekarang.

Riki menyampaikan perusahaan tengah bernegosiasi dengan investor agar TPPI kembali beroperasi dengan skema tolling. "Sekarang sedang persiapan blending, kemungkinan Juni mulai, tergantung investor," tambahnya.

Seperti diketahui, Badan Reserse Kriminal (Bareksrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menggeledah kantor TPPI di Mid Plaza dan kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada Selasa (5/6).

Penggeledahan terkait dengan kasus dugaan korupsi dan atau pencucian uang dalam jual beli kondensat bagian negara kepada TPPI sepanjang 2009 hingga 2010. Kondensat merupakan minyak mentah ikutan dari sumur yang produksi utamanya berupa gas.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Bisnis, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara dengan tidak menjalankan proses sesuai ketentuan. Negara diperkirakan mengalami kerugian hingga US$156 juta atau sekitar Rp2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tppi
Editor : Setyardi Widodo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top