Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vale Siap Pangkas Produksi Bijih Besi

Vale SA, produsen bijih besi terbesar di dunia, sedang mempertimbangkan ntuk memangkas produksinya karena rendahnya harga komoditas tersebut yang diakibatkan melipahnya pasokan.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 01 Mei 2015  |  22:38 WIB
Vale SA, produsen bijih besi terbesar di dunia, sedang mempertimbangkan ntuk memangkas produksinya karena rendahnya harga komoditas tersebut yang diakibatkan melipahnya pasokan.  -
Vale SA, produsen bijih besi terbesar di dunia, sedang mempertimbangkan ntuk memangkas produksinya karena rendahnya harga komoditas tersebut yang diakibatkan melipahnya pasokan. -

Bisnis.com, RIO DE JANEIRO -- Vale SA, produsen bijih besi terbesar di dunia, sedang mempertimbangkan ntuk memangkas produksinya karena rendahnya harga komoditas tersebut yang diakibatkan melipahnya pasokan.

Peter Poppinga, Direktur Eksekutif Vale, yang mengurus masalah strtategi dan komoditi besi mengatakan perseroan bisa memangkas sebanyak 30 juta metrik ton per tahun. Namun, hal tersebut bukan berarti Vale akan menutup tambangnya.

"Jika pasar menuntut hal tersebut, kami siap untuk mengurangi arus pasokan dari produksi di wilayah Tenggara [Brazil] untuk mengoptimalkan dan meningkatkan marjin kami," katanya seperti dikutip Bloomberg, Jumat (1/5/2015).

Rencana pemangkasan produksi tersebut mengikuti jejak saingannya, yakni BHP Billiton Ltd. yang memperlambat ekspansinya. Hal yang sama juga diakukan oleh pemasok lainnya, Atlas Iron Ltd.

Melimpahnya pasokan bijih besi di dunia  telah menekan harga hingga jatuh. Alhasil, marjin perusahaan-perusahaan pemasok komoditi tersebut terus tergerus.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tambang bijih besi vale

Sumber : Bloomberg

Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top