PT RNI gandeng Bulog Distribusikan Gula & Beras

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menggandeng Perum Bulog dalam pengemabgan outlet pemasaran serta kerja sama kebutuhan pokok, terutama distribusi gula dan beras.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 10 April 2015  |  17:03 WIB
PT RNI gandeng Bulog Distribusikan Gula & Beras
Beras Bulog - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, MALANG - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menggandeng Perum Bulog dalam pengemabgan outlet pemasaran serta kerja sama kebutuhan pokok, terutama distribusi gula dan beras.

Direktur Utama PT RNI Ismed Hasan Putro mengatakan kerja sama tersebut sebagai upaya membantu pemerintah stabilkan harga komoditas pangan, terutama beras dan  gula.

“Ritel milik RNI dapat menjadi simpul pendistribusian bahan pokok,” kata Ismed dalam rilisnya, Jumat (10/4/2015).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) mengenai pengembangan outlet pemasaran, kerja sama distribusi gula, dan distribusi beras oleh Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro dan Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugaihat bertempat di Gedung Bulog, Kamis (9/4/2015).

Melalui kerja sama ini, katanya,  Bulog akan membantu RNI menyuplai kebutuhan beras untuk didistribusikan melalui Waroeng Rajawali dan Rajawalimart yang gerainya telah berjumlah ratusan.

Bersamaan dengan itu RNI pun kini tengah mengembangkan produk hilir Raja Beras, tentunya itu dapat disinergikan dengan Bulog. Dengan begitu kedua BUMN pangan ini dapat saling mengisi dalam rangka membatu pemerintah menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok.

Dia menegaskan MoU ini tidak terbatas pada produk gula dan beras. Kedua belah pihak akan merambah pada kebutuhan pokok lainnya, seperti daging sapi.

RNI punya peternakan sapi dan kini terus mengembangkan sapi sawit di Sumatra Selatan, sementara Bulog memilaiki cold storage dan tempat pemotongan sehingga dapatdapat disinergikan.

Dirut Bulog Lenny Sugaihat mengatakan sudah seharusnya kedua BUMN yang memiliki concern dalam bidang pangan merapatkan barisan,  mengingat kini di Indonesia terdapat lebih dari 100 titik rawan pangan.

Dia pun menilai Waroeng Rajawali dan Rajawalimart bisa menjadi pasar yang strategis sebagai tempat distribusi kebutuhan pokok.

Untuk mempermudah dan memperlancar jalannaya kerja sama, setelah MoU ini, keduabelah pihak akan membentuk tim pelaksana khusus untuk melakukan follow up hasil kesepakatan beserta target yang harus di capai.

Secara terpisah, Kepala Bulog Malang Arsyad mengatakan tahun ini pihaknya juga akan menyerap beras kualitas premium, selain kualitas premium yang biasanya digunakan untuk kegiatan public service obligation (PSO).

Penyerapan beras kualitas premium diperlukan karena Bulog Malang mendapatkan pemesanan dari koperasi dan perusahaan ritel lainnya untuk memenuhi gerai mereka.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulog, rni

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top