Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hongkong Land Targetkan Exchange Square Kamboja Beroperasi 2017

Pengembang properti asal Hong Kong, Hongkong Land menyasar Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh sebagai kota pengembangan kawasan terpadu. Proyek berupa menara perkantoran dan pusat ritel bernama Exchange Square diagendakan beroperasi pada 2017n
 Ilustrasi./
Ilustrasi./
Bisnis.com, JAKARTA- Pengembang properti asal Hong Kong, Hongkong Land menyasar Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh sebagai kota pengembangan kawasan terpadu. Proyek berupa menara perkantoran dan pusat ritel bernama Exchange Square diagendakan beroperasi pada 2017.
 
Executive Director Hongkong Land Robert Garman mengatakan kali ini pihaknya meyasar Phnom Penh setelah Singapura dan Jakarta.
 
"Kami menyasar kota-kota yang sedang berkembang cepat di negaranya. Kali ini, kami akan menyamakan kualitas proyek sekaligus pelayanan di Exchange Square dengan proyek yang kami garap sebelumnya yaitu Marina Bay Financial Centre di Singapore dan World Trade Centre di Jakarta," katanya melalu siaran pers, Sabtu (4/4/2015).
 
Lokasi Exchange Square dinilai tepat karena berada di tengah pusat bisnis distrik yang dikelilingi oleh gedung kementerian Kamboja, pusat administrasi kolonial Prancis, perkantoran utama dan taman kota. Untuk itu, Exchange Square diharapkan dapat mengerek peritel kantor maupun pusat perbelanjaan.
 
Exchange Square, lanjut dia, meliputi gedung perkantoran strata A seluas 17.000 m2 setinggi 16 lantai. Perkantoran tersebut terintegrasi dengan pusat ritel seluas 13.000 m2 setinggi 4 lantai.
 
Jika sudah beroperasi, bangunan ini akan menjadi landmark baru di Phnom Penh dan akan memasok suplai ruang kantor dan ritel, ujarnya.
 
Exchange Square akan dibangun sekaligus dioperasikan seluruhnya oleh Hongkong Land.
 
Selain di Phnom Penh, Honghkong Land juga mengembangkan proyek serupa di Wangfujing, Beijing.
 
Seperti diketahui, Hongkong land memiliki protofolio proyek yang sedang berjalan di Hongkong seluas 650.000 m2, Singapura dengan luas 165.000 m2 dan Jakarta. Namun proyek di Jakarta merupakan hasil patungan share saham dengan beberapa pengembang asal Indonesia.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper