PELABUHAN CILAMAYA: Pergeseran Ke lokasi Lain Harus Diwujudkan

Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) mendesak agar pemerintah tetap membangun Pelabuhan Cilamaya, tetapi tidak pada kawasan yang sudah dibatalkan.
Akhmad Mabrori | 02 April 2015 17:27 WIB
Pelabuhan Cilamaya

Bisnis.com. JAKARTA: Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan untuk mewujudkan Poros Maritim sebagaimana program Pemerintahan Jokowi, negeri ini butuh pembangunan pelabuhan laut yang handal dan dan merata di seluruh wilayah NKRI.

"Rencana Pembangunan Cilamaya harus tetap diwujudkan tetapi tidak pada lokasi yang sudah dibatalkan Pemerintah. Itu sesuai dengan penegasan Wapres RI Jusuf Kalla, bahwa Cilamaya tidak dibatalkan tetapi lokasi-nya yang bergeser,"ujarnya melalui siaran pers PUSKEPI, hari ini, Kamis (2/4).

Dia mengatakan, Pelabuhan Cilamaya atau apapun nama dan di manapun lokasinya, harus segera dibangun guna menambah jumlah pelabuhan di negeri ini yang kapasitasnya bisa sama atau melebihi Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta.

Pemerintah,imbuhnya, tidak boleh tunduk dengan tekanan siapapun untuk mewujudkan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, meskipun harus bergeser ke lokasi lain. “Setiap upaya yang menghalangi terwujudnya pembangunan pelabuhan harus dinilai sebagai sikap anti-pembangunan,” papar Sofyano.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis (2/4/2015) mengatakan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, batal dibangun dan akan membangun di wilayah yang lebih timur di provinsi tersebut. Daerah yang dipilih adalah Jawa Barat wilayah timur selain Cilamaya, seperti Subang atau Indramayu.

Tag : pelabuhan cilamaya
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top