Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Proyek Cilamaya Batal, Kadin: It's Oke, tapi Jangan Wacana Terus

Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Karawang ke wilayah Subang ataupun Indramayu.
Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Karawang ke wilayah Subang ataupun Indramayu./Ilustrasi Tumpukan peti kemas di pelabuhan-Bisnis
Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Karawang ke wilayah Subang ataupun Indramayu./Ilustrasi Tumpukan peti kemas di pelabuhan-Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Karawang ke wilayah Subang ataupun Indramayu.

Ketua Komisi Perhubungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Muis Thantawi mengatakan pelaku usaha Jawa Barat pada prinsipnya mendukung rencana pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional di Provinsi Jawa Barat.

“Yang terpenting ada pelabuhan bertaraf internasional di Jawa Barat, soal lokasinya di Cilamaya, Subang maupun Indramayu bagi kami (pelaku usaha) tidak masalah. Bagi kami jangan sampai penyiapan pelabuhan itu batal,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (2/4/2015).

Dia mengatakan pentingnya kehadiran pelabuhan bertaraf internasional untuk kegiatan ekspor impor di wilayah Jawa Barat karena selama ini kegiatan pengapalan ekspor impor  komoditas Jabar masih harus melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita kan faham betul, akses darat dari Jawa Barat dan sekitarnya menuju Priok sangat krodit (macet parah) begitupun sebaliknya, sehingga cost logistik mahal,” tuturnya.

Muis mengatakan dengan kehadiran pelabuhan bertaraf internasional di Jabar bakal mengalihkan minimal lebih dari 50% kegiatan pengapalan yang selama ini dilakukan di pelabuhan Priok. “Hinterland (dukungan industri) pelabuhan Priok selama ini 60%-65% berasal dari Jawa Barat dan sekitarnya,” tuturnya.

Dia juga mengatakan pemerintah jangan terus berwacana atau berpolemik untuk merealisasikan pelabuhan baru bertaraf internasional di Provinsi Jawa Barat.

“Harus cepat dieksekusi dan dikerjakan karena membangun infrastruktur pelabuhan baru itu tidak sebentar, butuh waktu lama untuk itu, sehingga saat kapasitas pelabuhan Priok sudah over capacity pelabuhan baru sudah bisa operasi di Jawa Barat,” tuturnya.

Pemerintah membatalkan pembangunan pelabuhan di Cilamaya, Karawang, Jabar, dan akan membangun di wilayah yang lebih timur di provinsi tersebut.

Hal itu disampaikan Wapres Jusuf Kalla  seusai meninjau Cilamaya di Desa Tanjungjaya, Karawang, Kamis (2/4/2015).

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akhmad Mabrori
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper