Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Cilamaya Batal, Kadin: It's Oke, tapi Jangan Wacana Terus

Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Karawang ke wilayah Subang ataupun Indramayu.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 02 April 2015  |  14:05 WIB
Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Karawang ke wilayah Subang ataupun Indramayu. - Ilustrasi Tumpukan peti kemas di pelabuhan/Bisnis
Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Karawang ke wilayah Subang ataupun Indramayu. - Ilustrasi Tumpukan peti kemas di pelabuhan/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Karawang ke wilayah Subang ataupun Indramayu.

Ketua Komisi Perhubungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Muis Thantawi mengatakan pelaku usaha Jawa Barat pada prinsipnya mendukung rencana pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional di Provinsi Jawa Barat.

“Yang terpenting ada pelabuhan bertaraf internasional di Jawa Barat, soal lokasinya di Cilamaya, Subang maupun Indramayu bagi kami (pelaku usaha) tidak masalah. Bagi kami jangan sampai penyiapan pelabuhan itu batal,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (2/4/2015).

Dia mengatakan pentingnya kehadiran pelabuhan bertaraf internasional untuk kegiatan ekspor impor di wilayah Jawa Barat karena selama ini kegiatan pengapalan ekspor impor  komoditas Jabar masih harus melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita kan faham betul, akses darat dari Jawa Barat dan sekitarnya menuju Priok sangat krodit (macet parah) begitupun sebaliknya, sehingga cost logistik mahal,” tuturnya.

Muis mengatakan dengan kehadiran pelabuhan bertaraf internasional di Jabar bakal mengalihkan minimal lebih dari 50% kegiatan pengapalan yang selama ini dilakukan di pelabuhan Priok. “Hinterland (dukungan industri) pelabuhan Priok selama ini 60%-65% berasal dari Jawa Barat dan sekitarnya,” tuturnya.

Dia juga mengatakan pemerintah jangan terus berwacana atau berpolemik untuk merealisasikan pelabuhan baru bertaraf internasional di Provinsi Jawa Barat.

“Harus cepat dieksekusi dan dikerjakan karena membangun infrastruktur pelabuhan baru itu tidak sebentar, butuh waktu lama untuk itu, sehingga saat kapasitas pelabuhan Priok sudah over capacity pelabuhan baru sudah bisa operasi di Jawa Barat,” tuturnya.

Pemerintah membatalkan pembangunan pelabuhan di Cilamaya, Karawang, Jabar, dan akan membangun di wilayah yang lebih timur di provinsi tersebut.

Hal itu disampaikan Wapres Jusuf Kalla  seusai meninjau Cilamaya di Desa Tanjungjaya, Karawang, Kamis (2/4/2015).

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan cilamaya kadin jabar
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top