Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Pengembang Nasional Datang, Harga Tanah di Batam Naik Hingga 100%

Munculnya pengembang nasional seperti PT Agung Podomoro Land Tbk dan PT Ciputra Residence di Batam menimbulkan efek berganda di beberapa wilayah pada satu kotamadya.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 25 Maret 2015  |  09:11 WIB
Harga tanah di Batam naik hingga 100% setelah pengembang nasional datang - ilustrasi
Harga tanah di Batam naik hingga 100% setelah pengembang nasional datang - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Munculnya pengembang nasional seperti PT Agung Podomoro Land Tbk dan PT Ciputra Residence di Batam menimbulkan efek berganda di beberapa wilayah pada satu kotamadya.

Ketua DPD REI Batam Djaya Ruslin mengatakan efek kenaikan harga tanah tidak hanya dirasakan oleh wilayah sekitar tetapi hingga ke lain daerah. Menurutnya, imbas masuknya dua pengembang kaliber sekaligus, berpengaruh pada naiknya harga tanah di seluruh Batam.

"Pada umumnya, ketika pengembang nasional masuk ke Batam, harga tanah di sekitarnya terakselerasi sekitar 50% hingga 100%,"katanya kepada Bisnis.com, Rabu (25/3/2015).

Hal tersebut diklaim sangat bagus bagi bisnis properti di Batam. Dia menilai jika pengembang nasional mulai masuk ke suatu wilayah, artinya wilayah tersebut dipandang menarik dan prospektif.

Sistem seperti itu, lanjutnya, akan mengangkat harga jual properti secara keseluruhan. Namun persentase kenaikan harga tanah tergantung dengan segmen yang disasar pengembang. Efek kenaikan lebih terlihat pada proyek hunian mewah kelas atas. Adapun harga hunian dengan klasifikasi mewah di Batam dipatok Rp3 miliar.

Dia menyontohkan, Ciputra Residence membangun klaster di kawasan Batam Center. Harga tanah di sekitarnya terdorong hingga 100%. Pasalnya mereka memiliki harga yang sangat tiggi sehingga kenaikan pun juga meningkat pesat. Adapun Ciputra Residence memasarkan proyeknya di atas Rp3 miliar per unit.

Sementara itu, Agung Podomoro masuk ke segmen menengah dengan harga Rp1 miliar per unit di radius 1,5 kilometer dengan proyek Ciputra. Kawasan di sekitarnya mengalami kenaikan harga tanah sebesar 50%.

Direktur Eksekutif CitraGarden City Yusanto Hariyatno menuturkan masuknya proyek hunian mewah di suatu daerah diklaim sebagai langkah mengeksklusifkan kawasan. Dengan begitu, kawasan yang dikembangkan akan disasar investor dan meningkatkan nilai jual di kawasan tersebut.

Semakin banyak pengembang nasional ke daerah akan semakin menghidupkan geliat investasi suatu kawasan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti harga tanah
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top