Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lapan Kembangkan Drone Awasi Laut RI dari Kapal Asing Ilegal & Pencurian Ikan

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menyebutkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) tengah mengembangkan drone untuk mengawasi perairan Indonesia.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 31 Januari 2015  |  04:24 WIB
Ilustrasi - bisnis.com
Ilustrasi - bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG -  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menyebutkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) tengah mengembangkan drone untuk mengawasi perairan Indonesia.

"Mendukung program Presiden Joko Widodo, riset tengah dilakukan untuk membantu mengawasi perairan dari masuknya kapal-kapal asing. Riset ini dilakukan Lapan," katanya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (30/1/2015) malam.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela peluncuran buku berjudul 100 Tokoh Jawa Tengah, sebuah buku berisi profil tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai bidang di provinsi itu, di Hotel Santika Premiere, Semarang.

Nasir termasuk salah satu dari 100 tokoh berpengaruh di Jateng versi buku yang penerbitannya diprakarsai oleh tokoh Jateng Bambang Sadono, yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Dia menjelaskan riset yang dilakukan memang pada pembuatan peralatan pendukung, yakni drone atau pesawat tanpa awak untuk membantu mengawasi perairan Indonesia dari masuknya kapal-kapal pencuri ikan.

Menurutnya, pengembangan riset itu sudah mampu menciptakan prototipe drone yang bisa melaju sejauh 200 kilometer dari daratan sehingga bisa membantu mengawasi jika ada kapal-kapal pencuri ikan yang masuk.

"Sekarang ini masih dikembangkan. Pesawat tanpa awak itu akan dilengkapi kamera, bisa membantu mengawasi jika ada illegal fishing di perairan Indonesia," kata Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang itu.

Menurutnya, pengawasan perairan Indonesia yang sangat luas dibutuhkan drone dengan kapasitas tempuh yang lebih jauh sehingga hasil riset yang ada akan terus disempurnakan.

"Kan tidak cukup hanya 200 km (daya tempuh). Paling tidak, ya, lebih besar lagi daya tempuhnya, sampai 600 km-800 kilometer. Makanya, riset ini akan terus dikembangkan oleh Lapan," ucap Nasir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

drone illegal fishing lapan

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top