Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Soal TPPI, Opsi Pailit Sulit Dilakukan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan opsi pailit bagi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) sulit dilakukan karena utang yang menggunung dan banyak pihak yang berkepentingan.
Fauzul Muna
Fauzul Muna - Bisnis.com 14 Januari 2015  |  21:26 WIB
Soal TPPI, Opsi Pailit Sulit Dilakukan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan opsi pailit bagi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) sulit dilakukan karena utang yang menggunung dan banyak pihak yang berkepentingan.

Naryanto Wagimin, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, mengatakan TPPI memiliki utang yang mencapai US$2 miliar. Dari total itu, utang kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencapai US$140 juta.

“Kalau dipailitkan agak susah, rumit,” katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Selain itu, menurutnya, berbagai pihak yang berkepentingan dengan PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) dan TPPI juga menjadi permasalahan tersendiri. Sayangnya, Naryanto enggan menyebutkan siapa yang dimaksud.

“Susah dipailitkan karena banyak, ada si A di belakang ini,” ujarnya.

Pada Selasa (14/1) Malam lalu, Menteri Koordinator Perekonomian melakukan rapat koordinasi bersama Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno serta perwakilan TubanPetro dan TPPI.

Seusai rapat tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil berencana mempailitkan PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) untuk mempercepat pemanfaatan aset PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Menurutnya, saat ini TubanPetro memiliki utang yang menggunung sehingga opsi mempailitkan TubanPetro menjadi tindakan realistis yang bisa diambil pemerintah.

“Aduh kondisinya rumit sekali, barangkali pilihannya harus kita pailitkan,” katanya seusai rapat koordinasi membahas TubanPetro di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa Malam (13/1/2015).

Sayangnya, Sofyan belum merinci kapan proses pailit akan dikenakan. Dia hanya menyebutkan proses pailit akan lebih baik jika dilakukan secepatnya. Lagipula, pihaknya telah mendorong opsi pailit sejak 10 tahun lalu ketika menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dia menjelaskan nantinya aset TubanPetro akan dilelang setelah dipailitkan. Sofyan mengibaratkan aset TubanPetro seperti besi tua yang bisa dijual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tppi
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top