Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEFISIT NERACA PERDAGANGAN: Pemerintah Disarankan Segera Revisi Sejumlah FTA

Pemerintah disarankan untuk merevisi kerja sama free trade agreement (FTA) dengan sejumlah negara mitra kerja sama agar defisit neraca perdagagan bisa ditekan.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 15 Mei 2014  |  22:15 WIB
DEFISIT NERACA PERDAGANGAN: Pemerintah Disarankan Segera Revisi Sejumlah FTA

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah disarankan untuk merevisi kerja sama free trade agreement (FTA) dengan sejumlah negara mitra kerja sama agar defisit neraca perdagagan bisa ditekan.

 

“Dulu dengan Jerman dan Prancis, kita [Indonesia] surplus, belakangan defisit. Ada apa, mesti perlu dievaluasi,” ujarnya.

 

Peneliti senior Center of Reform on Economics (CORE), Ina Primiana mengatakan sejumlah FTA menempatkan Indonesia dalam posisi yang dirugikan karena mengalami defisit perdagangan.

“Dampaknya tidak bagus buat perekonomian jangka panjang. Mendingan pemerintah perbaiki dulu necara perdagangan yang defisit,” katanya kepada Bisnis.com, Kamis (15/5/2014).

Dia mengatakan sejumlah kerja sama yang dijalankan a.l. dengan China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia dan Thailand yang mengalami defisit perdagangan. Termasuk dengan sejumlah negara Eropa seperti Jerman dan Prancis.

“Dulu dengan Jerman dan Prancis, kita [Indonesia] surplus, belakangan defisit. Ada apa, mesti perlu dievaluasi,” ujarnya.

Dia mengatakan defisit itu disebabkan pemerintah tidak hati-hati dan tidak mempelajari secara mendalam keuntungan jangka panjang perjanjian yang dibuat. Termasuk juga tidak menyiapkan produk Indonesia untuk bersaing dengan negara mitra, sehingga dalam jangka panjang perjanjian yang dibuat merugikan kepentingan nasional Indonesia.

Ina meminta pemerintah jangan terburu-buru membuat kesepakatan jika belum memahami secara detail seluk-beluk dan kebutuhan negara mitra. "Karena hal itu rentan membuat kerugian bagi perdagangan Indonesia di masa mendatang".

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

defisit perdagangan
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top