Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMPOR GULA: Pengusaha Nasional Keluhkan Langkah Bulog

Kisah lama bocornya gula rafinasi impor ke pasar konsumsi diprediksi terulang ketika Badan Urusan Logistik (Bulog) berencana mendatangkan komoditas itu sebesar 328.000 ton.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 29 April 2014  |  11:51 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kisah lama bocornya gula rafinasi impor ke pasar konsumsi diprediksi terulang ketika Badan Urusan Logistik (Bulog) berencana mendatangkan komoditas itu sebesar 328.000 ton.

Hal itu diperparah dengan tidak berdayanya pemerintah dalam mengendalikan peredaran gula rafinasi di pasar konsumen.

"Janji pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap pelaku perembesan gula rafinasi, sulit dibuktikan," kata Direktur PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro, Senin (28/4/2014) malam.

Ismed menuturkan, berdasarkan fakta di lapangan, gula rafinasi impor leluasa dijual di pasar tanpa batasan, sementara pemerintah sampai saat ini juga tidak bertindak.

Langkah impor gula melalui Bulog, katanya, mempertegas bahwa komitmen jangka panjang peningkatan produktivitas dan efisiensi gula nasional hanyalah slogan kosong.

Sebaliknya, jelas Ismed, hal itu justru akan menuai kegagalan karena petani semakin enggan menanam tebu.

Selain itu, paparnya, kebijakan impor di saat stok gula mencukupi akan semakin melebarnya pasar Indonesia untuk gula impor.

"Lantas, ke mana konsistensi komitmen nasional kita untuk berdikari dan berdaulat pangan?" tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Perdagangan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulog impor gula
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top