Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERABOT INOVATIF: Kenyamanan Bottom Dock BeanBag

Bagi sebagian orang, kursi atau sofa adalag identik dengan barang yang terbuat dari bahan dasar kayu ataupun besi. Namun, seiring kemajuan teknologi dan inovasi dalam dunia desain, lahirnya kursi atau sofa yang tanpa rangka juga bermunculan.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 27 April 2014  |  12:05 WIB
Karena tidak menggunakan material kayu atau besi, maka furnitur ini sangat ringan.  - bisnis.com
Karena tidak menggunakan material kayu atau besi, maka furnitur ini sangat ringan. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi sebagian orang, kursi atau sofa adalag identik dengan barang yang terbuat dari bahan dasar kayu ataupun besi. Namun, seiring kemajuan teknologi dan inovasi dalam dunia desain, lahirnya kursi atau sofa yang tanpa rangka juga bermunculan. Tak hanya itu, perabot ini bisa digunakan dengan sangat nyaman, bisa melebihi kenyamanan sofa.

Bahkan, selain digunakan untuk bermalas-malasan, kursi ini bagi beberapa orang, dapat membantu memudahkan tidur seseorang yang menderita insomnia atau kesulitan tidur, seperti pengalaman Riris Anggraini, mahasiswi  di Yogyakarta.Dirinya selalu merasa kesulitan tidur apabila tidak menghabiskan waktunya sambil membaca buku di kursi kesayangannya tersebut. Itulah beanbag.

Gary Sangitan, pemilik Bottom Dock Beanbag, produsen beanbag buatan Indonesia mengatakan bahwa keunikan beanbag adalah dapat mengikuti bentuk dan posisi tubuh, sehingga memberikan kenyamanan pada penggunanya.

Menurutnya, kursi yang material isinya menggunakan biji styrofoam itu sangat tepat digunakan sebagai kursi malas dan bersantai. Sambil membaca buku bahkan bisa membantu memudahkan tidur bagi penderita insomnia.

Gary yang mulai serius menjalankan bisnisnya sejak April 2012 itu menjelaskan bahwa selain menggunakan biji styrofoam sebagai material pengisinya, juga mengunakan kain pembungkus. Misalnya berbahan kanvas, kulit, suede, velvet, spandex, nylon, dan lain sebagainya.

 “Yang penting, selain kuat jahitannya, beanbag itu juga harus ergonomis, alias selain bentuknya unik bisa sesuka hati akan tetapi juga tetap harus nyaman," tuturnya.

Menurutnya banyak juga beanbag yang secara bentuk unik tetapi ternyata ketika diduduki tidak nyaman, begitu juga sebaliknya.  Seperti pengalamannya ketika mendapati beanbag di salah satu negara tetangga di kawasan Asia beberapa waktu lalu.

Pengalaman kurang enak itulah ternyata yang membawa pemuda 25 tahun itu, memantapkan dirinya untuk berwirausaha dalam produk sejenis dengan mengusng brand Bottom Dock Beanbag, hingga sekarang.

Menurut Gary, meskipun saat ini kebanyakan masyarakat masih terfokus pada furnitur keras, namun dirinya optimistis dalam waktu dekat beanbag akan meledak di pasaran dan mengisi hunian masyarakat.

 “Karena tidak menggunakan material kayu atau besi, furnitur ini sangat ringan, sehingga mudah untuk di pindah-pindahkan dan diletakkan dimana saja sesuai keinginan. Harganya pun terjangkau, kalau untuk produk kami kisaran Rp375.000 hingga Rp3,3 juta,” tuturnya.

Bahkan, optimisme itu saat ini perlahan-lahan sudah mulai bisa dirasakan. Bottom Dock Bean Bag melalui sekitar 11 varian yang diciptakannya, yakni seperti alona, classic, triangle,big sofa, ottoman, little menhir, dan lainnya, sudah bisa memenuhi pasar di Indonesia dengan angka penjualan 40 unit per bulan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

interior
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top