Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemendag Tetapkan Angka HPE Minerba

Kemendag telah menetapkan angka-angka untuk harga patokan ekspor (HPE) minerba, namun rekomendasi dari pihak Kementerian ESDM hingga kini belum diterima institusi tersebut.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 07 Februari 2014  |  16:51 WIB
Ekspor bartu bara dan ore memberi sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor nonmigas sepanjang tahun lalu. - bisnis.com
Ekspor bartu bara dan ore memberi sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor nonmigas sepanjang tahun lalu. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kemendag telah menetapkan angka-angka untuk harga patokan ekspor (HPE) minerba, namun  rekomendasi dari pihak Kementerian ESDM hingga kini belum diterima institusi tersebut.

“HPE sudah, tapi ada masalah sedikit secara administrasi dan sedang dibereskan. Angkanya sudah ada sebenarnya, tapi tidak akan terlalu banyak berguna jika belum ada rekomendasinya,” tutur Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, Jumat (7/2/2014).

Namun, dia tidak menjelaskan masalah administrasi yang dimaksud.  Dia menambahkan hingga kini belum ada perusahaan yang mengajukan permohonan eksportir terdaftar (ET) kepada Kemendag. Lagi-lagi, hal tersebut disebabkan oleh proses penetapan rekomendasi dari Kementerian ESDM yang masih bergulir.

“Kalau di ESDM  itu ternyata yang dilihat bukan hanya masalah produknya, karena dia menilai utamanya perusahaannya. Itu wewenang ESDM sepenuhnya, termasuk kontrak karya, dan lain-lain yang sedang dalam proses di sana,” ujarnya.

Kemendag, lanjutnya, hanya memberikan izin berdasarkan penilaian produknya tanpa menimbang kelayakan dari rencana bisnis maupun kontrak perusahaan. “Kalau dari Kemendag itu yang penti ada dua, yaitu rekomendasi dan harga acuan, karena itu yang akan menentukan berapa bea keluarnya.”

BPS mencatat ekspor bartu bara dan ore memberi sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor nonmigas sepanjang tahun lalu, yaitu masing-masing 16,53% dan 4,36% dari total ekspor nonmigas 2013 senilai US$149,93 juta.

Penjualan bijih, kerak, dan abu logam pada bulan ke-12 tahun mencapai US$975,7 juta, naik 40,18% dari November. Adapun ekspor BBM mineral atau batubara pada Desember mencapai US$2,12 miliar turun 1,27%  dari bulan sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minerba hpe
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top