Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembang Minta Pengenaan NJOP Baru Ditinjau Ulang

Pengembang meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat meninjau kembali rencana menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP) yang tengah dibahas saat ini.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 15 Januari 2014  |  19:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pengembang meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat meninjau kembali rencana menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP) yang tengah dibahas saat ini.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia Eddy Hussy mengatakan besaran yang ditetapkan terlalu tinggi dan dipastikan akan memberatkan masyarakat, terlebih lagi situasi ekonomi belakangan ini sedang tertekan.

“Saya kira kenaikan itu akan menimbulkan kendala baru. Pemerintah harusnya dapat melakukan appraisal lagi, untuk memastikan angka yang ditetapkan sudah sesuai. Karena menurut saya terlalu tinggi,” ungkapnya, Rabu (15/1/2014).

Dia mengusulkan rencana kenaikan NJOP dilakukan secara bertahap, tidak serta-merta langsung dilakukan dalam satu waktu. Karena kondisi pasar yang tidak terlalu baik, rencana itu sebaiknya dipertimbangkan kembali.

Dia mempertanyakan bagaimana caranya melakukan penghitungan beban pajak yang dibayarkan untuk hamparan yang memiliki harga lahan yang berbeda.

Misalnya, mal dengan luasan tertentu, mempunyai harga jual yang bebeda antara lahan yang terletak tepat di sisi jalan utama, dengan lahan yang terletak sedikit lebih ke belakang. Untuk penghitungan seperti itu, katanya, bagaimana sistem penghitungannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rei pengembang njop
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top