Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Kayu Bulat Tetap Dilarang

Kementerian Perdagangan masih tetap bersikukuh untuk melarang ekspor kayu bulat karena dinilai tidak mempunyai nilai tambah.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Desember 2013  |  18:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perdagangan masih tetap bersikukuh untuk melarang ekspor kayu bulat karena dinilai tidak mempunyai nilai tambah.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan akan tetap konsisten untuk memaksimalkan nilai tambah produk kayu dalam negeri. Kayu bulat hampir tidak memiliki nilai tambah.

“Kami lebih melihat dari sisi manfaat, kalau bisa diolah di dalam negeri, mengapa tidak. Jika kami membuka ekspor kayu bulat, maka menunjukkan inkonsisten dengan tujuan untuk mendapat nilai tambah,” kata Bayu kepada wartawan, Jumat (13/12/2013).

Sebelumnya, imbuh Bayu, pembukaan kran ekspor kayu terhambat oleh isu lingkungan terkait dengan risiko pembalakan liar. Adanya, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Namun, hal tersebut saat ini sudah tidak sesuai dengan tujuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 64/2012 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan. Beleid tersebut bertujuan untuk mendukung hilirisasi produk industri kehutanan menggunakan sumber bahan baku yang legal dan dikelola.

Selain itu, mendorong ekspor dan mencegah perdagangan kayu dan produk kayu ilegal, penyesuaian dengan penetapan sistem klasifikasi barang yang baru dan standard verifikasi legalitas kayu.

Dia menambahkan akan terus memperjuangkan produk ekspor yang lebih mempunyai nilai tambah. Kayu bulat belum akan diberikan relaksasi ekspor kendati ada pengusaha yang sudah mempunyai SVLK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kayu bulat
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top