Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkes: Wajib Sertifikasi Halal Obat Ancam Pasien

Kementerian Kesehatan menilai pewajiban sertifikat halal bagi obat bisa mengancam keselamatan pasien.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 09 Desember 2013  |  22:10 WIB
Menkes: Wajib Sertifikasi Halal Obat Ancam Pasien

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menilai pewajiban sertifikat halal bagi obat bisa mengancam keselamatan pasien.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menegaskan pencantuman obat dan vaksin di dalam komoditas yang harus tersertifikasi halal dalam UU akan menyulitkan tugas dokter dan praktisi kesehatan lain.

Para praktisi kesehatan akan kesulitan memberi perlindungan kesehatan bagi masyarakat jika pasien dilarang mengkonsumsi obat-obatan jenis tertentu yang dinilai tidak halal atau belum tersertifikasi halal.

“Saya hanya pikir bagaimana seorang pasien tidak bisa mengkonsumsi obat karena ada sertifikasi halal lalu dia kena penyakit dan meninggal. Tanggunngjawab siapa?” katanya, Senin (9/12/2013).

Nafsiah mengakui zat yang berasal dari babi digunakan di dalam produksi beberapa obat. Namun, dia menjelaskan zat tersebut sudah melalui proses tertentu hingga memiliki karakter yang berbeda dengan bahan dari babi.

Selain itu, pemerintah dan rumah sakit akan kesulitan memilah atau melakukan sertifkasi halal atas ribuan jenis obat, terutama yang masih diimpor.

“Obat kan banyak impor juga, itu saja kerisauan kami. Kami minta kalau boleh dipisahkan lah obat dan vaksin,” kata Menkes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat sertifikat halal
Editor : Fatkhul-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top