Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AIF Danai Transmisi Bawah Laut Jawa-Bali US$25 juta

The Asean Infrastructure Fund Ltd (AIF) memberikan pinjaman US$25 juta untuk proyek pembangunan kabel transmisi bawah laut Jawa-Bali 500 kilo Volt (kV).
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 04 Desember 2013  |  20:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - The Asean Infrastructure Fund Ltd (AIF) memberikan pinjaman US$25 juta untuk proyek pembangunan kabel transmisi bawah laut Jawa-Bali 500 kilo Volt (kV).

Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Murtaqi Syamsuddin mengatakan pembiayaan dari AIF telah direncanakan semula saat proyek dirancang. Dari pinjaman tersebut, maka total pendanaan untuk crossing Jawa-Bali saat ini sebesar US$249 juta. Porsi pinjaman terbesar berasal dari Asia Develpoment Bank (ADB) senilai US$224 juta.

"Pendanaan dari AIF sesuai dengan kebutuhan pembangunan transmisi dan sifatnya bukan penambahan biaya," ujarnya melalui siaran persnya hari ini, Rabu (4/12/2013).

Total nilai proyek kabel transmisi Jawa-Bali yang melalui bawah laut tersebut diperkirakan kurang lebih US$400 juta. Selain AIF dan ADB, sisa pendanaan akan dibebankan pada PLN dan sumber dana yang lain. 

Pinjaman dari AIF untuk PLN ini merupakan pendanaan pertama dari lembaga tersebut untuk pembangunan infratrukstur di negara-negara anggota Asean. AIF direncanakan dapat mendanai sebanyak US$300 juta untuk proyek transmisi jaringan listrik, saluran air, jalan raya, dan jalur kereta api.

Pemegang saham dari AIF merupakan anggota Asean yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan ADB. Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pemberian dana ini merupakan upaya untuk mobilisasi sumber daya di Asean untuk mengembangkan infrastruktur di kawasan tersebut.

"AIF merupakan investasi baru berbasis Asean dan memberikan kesempatan bagi negara-negara Asean untuk mengerahkan sumber dayanya sendiri dalam pembangunan infrastruktur," ujranya melalu siaran pers yang diterima Bisnis. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik kabel bawah laut
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top