Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Swasembada Kedelai : Pemerintah Tambah Lahan 340.000 Ha

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah masih kesulitan meningkatkan produksi kedelai guna mencapai target swasembada pada 2014 mendatang. Untuk itu, Kementerian Pertanian berencana mengenjot produksi kedelai rakyat dengan menambah luasan 340.000 ha pada 2014
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 23 Agustus 2013  |  16:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah masih kesulitan meningkatkan produksi kedelai guna mencapai target swasembada pada 2014 mendatang. Untuk itu, Kementerian Pertanian berencana mengenjot produksi kedelai rakyat dengan menambah luasan 340.000 ha pada 2014 mendatang.  

Direktur aneka kacang-kacangan dan umbi-umbian Maman Suherman mengatakan pihaknya optimis target swasembada kedelai pada 2014 akan terpenuhi, untuk itu pihaknya akan bekerja optimal guna mencapai target tersebut.

"Target tambahan lahan pada 2014 sebanyak 340.000 hektare, hal ini diperlukan untuk meningkatkan produksi agar target swasembada kedelai terpenuhi," katanya, Jumat (23/8/2013).  

Sebelumnya, untuk memenuhi swasembada kedelai pada 2014. Pemerintah menargetkan produksi kedelai sebesar 2,7 juta ton pada 2014. Untuk memenuhi target tersebut, sedikitnya dibutuhkan lahan minimal 1 juta hektare dengan penambahan di produktifitas kedelai.  

Sementara itu, sejak 2000, areal tanam terus turun menjadi 566 hektare dengan produksi 857.000 ton pada 2012. Sementara impor pada 1992 masih 694.132 ton, sedangkan pada 2012 mencapai 1,2 juta ton, dan diperkirakan pada 2013 impor kedelai ini mencapai 1,6 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

agribisnis impor kedelai swasembada kedelai
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top