Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kontrak Konstruksi: PU Tegaskan tak Ada Penyesuaian

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan tidak akan memberikan penyesuaian bagi kontrak konstruksi terkait dengan pelemahan nilai tukar rupiah.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 23 Agustus 2013  |  20:24 WIB
Kontrak Konstruksi: PU Tegaskan tak Ada Penyesuaian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan tidak akan memberikan penyesuaian bagi kontrak konstruksi terkait dengan pelemahan nilai tukar rupiah.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan kondisi melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika tidak berdampak pada biaya material utama konstruksi, seperti beton yang merupakan agregat dari pasir dan semen sebaba dipasok dari daerah lokal.

Namun, dia menyebutkan material utama konstruksi  lainnya seperti aspal dan besi baja yang masih diimpor akan mempengaruhi biaya konstruksi.

“Pengaruh melemahnya rupiah ada, dalam arti ada komponen material dari luar. Nah besi baja ini yang masih banyak impor juga, terutama yang high strength steel. Itu salah satu komponen yang bebannya bertambah. Juga aspal yang sebagian masih impor, tentunya jadi beban tambah” katanya di Jakarta, Jumat (23/8/2013).

Kendati begitu, Hermanto mengungkapkan tidak akan ada penyesuaian pada kontrak konstruksi yang sedang berjalan. Dia berharap para penyelenggara proyek konstruksi dapat melakukan optimasi dan efisiensi dalam menghadapi peningkatan biaya tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan (BP) Konstruksi Hediyanto W. Husaini mengungkapkan penyesuaian kontrak bagi proyek konstruksi yang sedang berjalan tidak diberlakukan sebab umumnya pelaksana telah menyediakan barang material sebelumnya.

“Seringkali itu [material konstruksi] kan sudah dibeli barangnya. Jadi sudah men-stok material,” jelasnya.
Dia menjelaskan bagi proyek konstruksi multy years eskalasi kenaikan harga sudah diatur dalam kontrak.
“Kalau yang single years saya rasa tidak,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek pu konstruksi eskalasi
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top