Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gita Wirjawan Fokus Seimbangkan Neraca Perdagangan 2014

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Peradagangan akan memfokuskan upaya untuk mencari keseimbangan neraca perdagangan dalam program kerja tahun depan. 
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 18 Agustus 2013  |  22:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Peradagangan akan memfokuskan upaya untuk mencari keseimbangan neraca perdagangan dalam program kerja tahun depan. 

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan program kerja yang tercermin pada anggaran tahun depan tidak hanya akan terpusat pada upaya untuk peningkatan ekspor. Menurutnya, upaya untuk penyeimbangan postur neraca perdagangan lebih diutamakan. 

“Kalau saya melihatnya untuk kepentingan re-balancing neraca bukan hanya untuk ekspor,” kata Gita kepada wartawan, Jumat (16/8/2013). 

Secara garis besar program yang akan dilakukan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan terdiri atas tiga pokok. Pertama, pihaknya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kementerian untuk kepentingan pengamanan perdagangan.

Kedua, lanjutnya, berusaha untuk melakukan upaya perlindungan konsumen karena selama ini masih banyak produk dari luar negeri yang tidak menganut peraturan yang ada. Apabila produk impor ilegal bisa berkurang, bisa mempengaruhi neraca perdagangan. 

Program pokok Gita yang ketiga, pihaknya akan tetap mendukung impor produk yang digunakan untuk keperluan industrialisasi dalam negeri. Harapannya, nilai tambah produk domestik meningkat dan mempunyai peluang untuk diekspor.

Terlebih, saat ini pemerintah juga telah memberikan bermacam insentif bagi perusahaan yang memproduksi atau menggunakan barang modal. Salah satunya, bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) yang diberikan bagi perusahaan yang menyediakan barang modal untuk kepentingan peningkatan daya saing.

Gita tidak terlalu khawatir apabila nantinya nilai impor menjadi besar karena adanya kepentingan industrialisasi. Pihaknya tetap akan mendukung selama masih bertujuan untuk peningkatan nilai tambah.

“Tren 2 bulan terakhir agak sedikit menurun, tetapi kalau ke depan [impor barang modal] meningkat untuk kepentingan industrialisasi saya rasa itu harus kita dukung,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan gita wirjawan kementerian perdagangan bmdtp pengamanan perdagangan impor ilegal
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top