Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Kabel Dalam Negeri Melonjak

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan dalam negeri terhadap kabel listrik dan serat optik sepanjang tahun ini akan meningkat pesat. Pasalnya, proyek pembangunan infrastruktur terus digenjot.Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) memproyeksikan sepanjang
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 13 Agustus 2013  |  17:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan dalam negeri terhadap kabel listrik dan serat optik sepanjang tahun ini akan meningkat pesat. Pasalnya, proyek pembangunan infrastruktur terus digenjot.

Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) memproyeksikan sepanjang tahun ini, permintaan terhadap kabel serat optik akan mendominasi dengan pertumbuhan di atas 20%, sementara kabel tembaga 15% dan kabel aluminium sekitar 10%.

"Permintaan dalam negeri pada tahun ini melonjak. Trennya sudah terjadi sekitar 3 tahun belakangan," ujar Ketua Apkabel Noval Jamalullail kepada Bisnis pada Selasa (13/8/2013).

Apkabel menargetkan, untuk kabel tembaga totak kapasitas produksi industri mampu mencapai 380.000 ton, kabel aluminium 170.000 ton. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kapasitas produksi industri untuk kabel tembaga dan aluminium masing-masing hanya 350.000 ton dan 150.000 ton.

Noval memaparkan pemicu peningkatan permintaan domestik yakni proyek Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan investasi US$5 miliar per tahun untuk pembangkit listrik 10.000 MW, transmisi dan distribusi hingga 2020.

"Selain itu, yang juga sedang marak pembangunan properti seperti gedung perkantoran dan apartemen yang mmnbutuhkan banyak kabel," tambahnya.

Untuk serat optik, asosisi memproyeksikan mampu memproduksi 100.000-120.000 ton per tahun.

(34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pln kabel listrik serat optik
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top