Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertumbuhan Ekonomi Semester I Melambat

BISNIS.COM, JAKARTA -- Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester I/2013 hanya 6,1% atau melambat dibanding periode sama 2012 yang mencapai 6,3%.Menteri Keuangan M.Chatib Basri mengatakan perlambatan impor barang modal berpengaruh terhadap

BISNIS.COM, JAKARTA -- Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester I/2013 hanya 6,1% atau melambat dibanding periode sama 2012 yang mencapai 6,3%.

Menteri Keuangan M.Chatib Basri mengatakan perlambatan impor barang modal berpengaruh terhadap pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sehingga pertumbuhan ekonomi pun ikut melambat.

"Tapi, kami usahakan mencapai target. Kami bisa melihat memang target-target ini bukan sesuatu yang mudah, tapi kami coba melakukan berbagai langkah," katanya dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, Senin (8/7).
   
Pada saat yang sama, konsumsi pemerintah tidak mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi karena realisasi belanja pemerintah pada 6 bulan pertama 2013 hanya Rp677,7 triliun atau 39,3% dari pagu APBN-P
2013 sebesar Rp1.726,2 triliun.

Chatib menuturkan pihaknya akan berupaya memacu pertumbuhan ekonomi 6,3% sesuai target APBN-P melalui sejumlah langkah.
 
Pertama, penyederhanaan prosedur investasi. Kedua, simplifikasi prosedur pencairan anggaran untuk memacu belanja pemerintah. Ketiga, berkomunikasi dengan kementerian/lembaga (K/L) agar tercipta pemahaman yang sama tentang administrasi pencairan anggaran.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo berpendapat penyusunan APBN-P
2013 yang diikuti pemotongan anggaran K/L berpengaruh terhadap penyerapan anggaran belanja pemerintah.

"Itulah yang menyebabkan konsumsi pemerintah belum berdampak signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar mantan Menkeu itu.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Sri Mas Sari
Editor : Ismail Fahmi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper