Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TOL SOLO-MANTINGAN-KERTOSONO: Pemerintah Dukung 30% dari Total Investasi

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum akan mendukung 30% dari total nilai investasi jalan tol Solo-Mantingan-Kertosono.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 30 Mei 2013  |  17:42 WIB
TOL SOLO-MANTINGAN-KERTOSONO: Pemerintah Dukung 30% dari Total Investasi

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum akan mendukung 30% dari total nilai investasi jalan tol Solo-Mantingan-Kertosono.

Wakil Menteri Pekerja Umum Hermanto Dardak mengungkapkan ruas tol Solo-Mantingan-Kertosono merupakan dua ruas tol trans Jawa yang tidak layak secara finansial lantaran internal rate of return (IRR)nya hanya 14%. Namun kedua ruas itu penting untuk konektifitas tol trans Jawa.

"Pemerintah dukung 30% melalui APBN. Dananya dari mana nanti kita lihat," ujar Hermanto di Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Data Bina Marga mencatat total nilai investasi untuk membangun ruas tol Solo-Mantingan-Kertosono sepanjang 177 km mencapai Rp8,97 triliun.

Hermanto menjelaskan dukungan pemerintah untuk dua ruas trans Jawa itu diwujudkan dalam pembangunan konstruksi dan pembebasan lahan.

Sementara Kasubdit Pengadahan Tanah Bina Marga Heri Marzuki mengungkapkan pembangunan jalan tol Solo-Mantingan-Kertosono akan mendapat dukungan dari loan China.

Loan China tersebbut diperkirakan dapat dicairkan sekitar bulan September sehingga pengerjaan konstruksi sudah dapat dilakukan di akhir tahun atau awal tahun depan.

“Dari Karang Anyar-Sragen kemudian Ngawi dan Magetan akan dikerjakan pemerintah. Kita akan tender begitu siap,” paparnya.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol tol trans jawa tol solo-mantingan tol mantingan-kertosono
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top