Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kalah Taruhan F1, Bos Virgin Air Jadi Pramugari AirAsia

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemilik maskapai Virgin Air, Richard Branson, akhirnya menjadi pramugari di penerbangan AirAsia X D7 237 demi menepati janji kepada pemilik Grup AirAsia Tony Fernandes setelah kalah taruhan Formula One.
M. Tahir Saleh
M. Tahir Saleh - Bisnis.com 12 Mei 2013  |  17:27 WIB
Kalah Taruhan F1, Bos Virgin Air Jadi Pramugari AirAsia

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemilik maskapai Virgin Air, Richard Branson, akhirnya menjadi pramugari di penerbangan AirAsia X D7 237 demi menepati janji kepada pemilik Grup AirAsia Tony Fernandes setelah kalah taruhan Formula One.

Sir Richard dan Fernandes bertaruh tim Formula One (F1) milik siapa yang menyentuh garis finish terlebih dahulu dalam ajang Formula One Grand Prix Abu Dhabi 2010, apakah Lotus milik Fernandes atau Marussia Virgin Racing milik Sir Richard.

Bagi yang kalah harus menjadi pramugari dalam penerbangan milik pemenang yaitu AirAsia atau Virgin. Tim Lotus milik Tony Fernandes unggul dua posisi dari tim milik Sir Richard di peringkat akhir balapan.

Dalam siaran pers AirAsia, Minggu (12/5/2013), penerbangan AirAsia X D7 237 rute Perth–Kuala Lumpur menjadi ajang bagi Richard Branson sebagai pramugari.

“Selain menjadi seorang pebisnis, visioner, dan petualang, Sir Richard sekarang dapat menambahkan pramugarai AirAsia dalam daftar panjang pengalamannya” ujar Fernandes.

Pendiri dan Chairman Grup Virgin itu mencukur habis bulu kakinya, mengenakan rok merah seksi, dan terbang sebagai pramugari AirAsia X di penerbangan amal istimewa yang berangkat dari Perth pagi ini, Minggu (12/5).

Pengusaha flamboyan itu menghabiskan 5,5 jam perjalanan dengan menuangkan kopi dan teh, menyajikan makanan, membagikan souvenir, menghibur, dan melakukan pengumuman in-flight kepada para penumpang dan juga rekan media dari berbagai negara dalam penerbangan amal untuk Starlight Children Foundation.

Penerbangan amal ini akhirnya terlaksana setelah lebih dari 2 tahun yang lalu Richard kalah bertaruh dengan Fernandes.

“Sir Richard telah lulus sebagai kru kabin AirAsia dengan cemerlang, ia menjalankan tugas-tugas in-flight nya dengan selera humor tinggi dan penuh antusias sesuai ciri khasnya. Sir Richard benar-benar seorang yang sportif,” kata Fernandes.

Branson mengatakan dirinya menikmati setiap detik dari pengalaman ini, dan kini benar-benar menghormati segala yang dilakukan oleh para pramugari setiap hari terutama dalam menjaga keselamatan para penumpang.

“Saya juga sangat bersyukur karena saya memiliki Tony, yang dengan senang hati membantu saya dalam penerbangan,” katanya.

AirAsia X akan mendonasikan AUD$100 dari setiap kursi penerbangan yang terjual kepada Starlight Children’s Foundation di Australia.

Selain itu, AirAsia X juga akan mendonasikan 10% dari semua hasil penjualan in-flight termasuk merchandise duty free yang terjual selama penerbangan kepada The Starlight Children Foundation.

Starlight Children Foundation didirikan di Australia pada 1988 dan didedikasikan untuk mencerahkan hidup anak-anak yang menderita penyakit serius serta keluarga mereka di seluruh Australia. Pada tahun ini, yayasan tersebut merayakan ulang tahunnya yang ke-25.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tony fernandes f1 sir richard branson virgin air airasia x

Sumber : M. Tahir Saleh

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top