Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BLOK MAHAKAM: Bakal Diputuskan Oleh Pemerintahan Baru

BISNIS.COM, JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan keputusan mengenai kontrak Blok Mahakam, Kalimantan Timur ada kemungkinan akan diputuskan pada pemerintahan baru, yakni 2014.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 10 April 2013  |  13:45 WIB
BLOK MAHAKAM: Bakal Diputuskan Oleh Pemerintahan Baru
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan keputusan mengenai kontrak Blok Mahakam, Kalimantan Timur ada kemungkinan akan diputuskan pada pemerintahan baru, yakni 2014.

Menurutnya, pihaknya menginginkan kontrak Blok Mahakam diputuskan secepatnya. Namun, kata Jero, banyak pihak yang menaruh curiga bahwa keputusan Blok Mahakam akan disalahgunakan untuk kepentingan politik.

“Kalau saya dicurigai terus, ya nanti saja 2014, kan ada pemimpin baru, biar lah kabinet baru yang memutuskan. Biar risiko dibagi bersama,” kata Wacik usai Rapat Kerja Dewan Energi Nasional (DEN) dengan Komisi VII DPR, Rabu (10/4).

Hingga kini, pihaknya belum berani memutuskan mengenai kelanjutan dari kontrak Blok Mahakam yang akan berakhir pada 2017. “Sabar saja, kalau kondusif sih bisa saja sekarang,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan berharap keputusan mengenai kontrak kerja sama Blok Mahakam bisa diputuskan dalam waktu dekat. Dia mendukung PT Pertamina (Persero) untuk mengelola 100 % Blok Mahakam, Kalimantan Timur pada 2017.

Dahlan meyakinkan bahwa Pertamina sanggup untuk mengelola blok yang masa kontraknya bersama PT Total E&P Indonesie akan habis pada 2017. Menurutnya, pekerjaan rumah yang harus dilakukan Pertamina adalah mencari pendanaan untuk berinvestasi di Blok Mahakam.

Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan bantuan dana kepada Pertamina untuk berinvestasi di Blok Mahakam. “Direksi Pertamina yang harus cari,” tegasnya. Dia menyerahkan seluruh keputusan pendanaan kepada direksi Pertamina, apakah itu melalui pinjaman, global bond, atau apapun.

Kesanggupan Pertamina bisa dilihat pada saat Pertamina mengambil alih pengelolaan Blok West Madura Offshore dari Codeco. Ketika itu, produksi WMO masih berada di bawah 10.000 barel per hari. Namun, setelah diambil alih Pertamina, produksi terus naik, bahkan sekarang sudah menyentuh angka 17.000 barel per hari.

Ketika itu, Dahlan mengaku belum berdiskusi mengenai hal ini dengan Jero Wacik. Ketika diokonfirmasi, Wacik mengaku saat ini sudah ada pembicaraan dengan Dahlan.

“Iya sudah bertemu, sudah direspons, tapi keputusannya belum,” jawab Wacik.

Kontrak bagi hasil Mahakam ditandatangani tahun 1967, kemudian diperpanjang pada tahun 1997 untuk jangka waktu 20 tahun sampai tahun 2017.

Kegiatan eksplorasi yang dilakukan tahun 1967 menemukan cadangan minyak dan gas bumi dalam jumlah yang cukup besar pada 1972. Cadangan P1+P2 awal yang ditemukan saat itu sebesar 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi 21,2 TCF.

Dari penemuan itu, maka blok tersebut mulai diproduksikan yang dimulai dari Lapangan Bekapai pada 1974. Kini, setelah pengurasan hampir selama 40 tahun, maka sisa cadangan P1+P2 tinggal  185 juta barel dan gas 5,7 TCF. Blok Mahakam dioperatori Total EP Indonesie dengan kepemilikan saham 50 % dan Inpex 50 %.(msb)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jero wacik blok mahakam polemik blok mahakam menteri energi dan sumber daya mineral

Sumber : Riendy Astria

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top