Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RISET PASAR: UKM Belum Anggap Sebagai Kebutuhan Utama

BISNIS.COM, JAKARTA--Riset pasar bagi UKM belum dipandang menjadi salah satu kebutuhan utama. Tingginya biaya dan kurangnya pengetahuan masih menjadi kendala bagi para pengusaha.Ipsos, perusahaan riset pasar, bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 14 Maret 2013  |  13:48 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Riset pasar bagi UKM belum dipandang menjadi salah satu kebutuhan utama. Tingginya biaya dan kurangnya pengetahuan masih menjadi kendala bagi para pengusaha.

Ipsos, perusahaan riset pasar, bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) membantu pengusaha UKM membekali pemahaman riset pemasaran untuk mengetahui perilaku konsumen yang diberikan secara gratis.

Managing Director Ipsos Indonesia Iwan Murty mengatakan program ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan berbisnis dan memperkuat strategi usaha pelaku UKM.

"Pelaku UKM bisa melakukan riset kecil-kecilan kepada konsumen. Hal ini sangat penting saat akan meluncurkan produk baru. Misalnya, dengan cara meminta nomor telepon konsumen yang membeli dan tidak jadi membeli produknya untuk kemudian ditanya mengenai tanggapannya," kata Iwan.

Program ini ditujukan kepada kelompok kerja dan bukan per perusahaan individual sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi banyak bidang UKM. Pada kesempatan ini Ipsos memang memfokuskan pada sektor usaha makanan dan minuman terlebih dahulu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang UKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nina Tursinah menuturkan hasil survey cuma-cuma ini diberikan agar dapat menjadi modal awal bagi pengusaha UKM untuk memperbaiki strategi produksinya.

"Bagaimana UKM bisa menjual produk bila tidak mengetahui pasarnya. Ini yang selama ini menjadi faktor kegagalan mereka. Akhirnya hanya bisa buka, selang beberapa waktu sudah tutup karena merugi," ujarnya.

Dia menilai seyogyanya pemerintah harus bisa memberikan fasilitas pelatihan riset seperti ini untuk UKM. Selain itu, dalam membuat regulasi tidak hanya diwajibkan untuk mencintai produk lokal saja, tetapi harus mau membeli dan menggunakan.

Pemerintah juga harus mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Jangan sampai masyarakat lebih memilih membeli produk dari China atau Vietnam yang lebih murah.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman berharap dengan program seperti ini bisa mendorong UKM dalam meningkatkan kualitas bisnis sehingga mempunyai daya saing yang kompetitif. (if)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm apindo gapmmi ipsos adhi s. lukman nina tursinah
Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top