Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Okupansi Hotel Sulsel Anjlok saat Libur Lebaran, PHRI: Akibat Efisiensi

Tingkat hunian hotel di Sulsel hanya berada di rata-rata 20% - 25%
Ilustrasi check in hotel/siteminder
Ilustrasi check in hotel/siteminder

Bisnis.com, MAKASSAR - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkapkan jika tingkat hunian atau okupansi hotel di Sulawesi Selatan (Sulsel) selama periode libur Lebaran kali ini sangat tidak memuaskan, hanya berada di rata-rata 20% - 25% saja per harinya.

Angka tersebut mengalami penurunan cukup dalam mencapai 30% - 35% dibandingkan hari biasa sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran. Namun jika dibandingkan pada Januari - Februari 2025, angkanya turun sekitar 5%.

"Momentum Lebaran benar-benar babak belur, tingkah huni rata-rata hanya 20% - 25% saja. Dibandingkan hari biasa, penurunannya sekitar 30% - 35% sebelum pemotongan anggaran, tapi jika dibanding saat Januari atau Februari tahun ini, turun sekitar 5%," ungkap Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga kepada Bisnis, Sabtu (5/4/2025).

Dia mengatakan penyebab utama anjloknya tingkat hunian dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang dianggap semakin melemah pasca adanya kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah. Akibatnya uang yang beredar di masyarakat semakin menurun dan berimbas pada minat menginap di hotel.

Belum lagi wilayah ini yang memang belum dianggap sebagai destinasi favorit untuk wisata keluarga seperti saat liburan Lebaran. Makanya hotel di Makassar dan sekitarnya sejauh ini lebih didominasi oleh kegiatan Meeting, Incentive, Conference, dan Exhibition (MICE), bukan untuk berwisata.

Oleh sebab itu Anggiat berharap ke depannya pemerintah bisa segera merelaksasi segala aturan yang berpotensi memberi dampak penurunan daya beli masyarakat. Pasalnya tingkat hunian hotel di Sulsel sejauh ini sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

"Agar pariwisata Sulsel semakin bergerak ke depannya saat musim Lebaran, kami juga berharap harga tiket pesawat benar-benar harus terjangkau dan wilayah ini harus lebih kuat membuat wisata-wisata buatan seperti atraksi pesisir pantai serta event-event yang mendatangkan orang luar ke Sulsel," tutup Anggiat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper