Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) mengimbau pemudik untuk menghindari perjalanan pada tanggal 6 April 2025, yang diprediksi menjadi puncak arus balik Lebaran 2025.
Menhub mengatakan Pemerintah telah memberikan berbagai insentif, termasuk diskon tarif tol, guna mengatur arus lalu lintas agar perjalanan lebih lancar.
"Kita sudah memberikan diskon tarif tol, kalau perginya sudah bisa teratasi, sekarang tinggal pulangnya. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 6 April, jadi kalau bisa dihindari, lebih baik," ujar Menhub.
Untuk mengurangi kepadatan, skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan bekerja sama dengan Jasa Marga.
Sebelumnya, pemerintah sempat mengusulkan pembagian arus balik pada empat hari berturut-turut, yakni 3, 4, 5, dan 6 April. Namun, setelah melalui evaluasi, skema yang dianggap lebih efektif adalah pembagian arus balik pada 3-4 April dan 8-9 April.
"Kami mencoba memecah kepadatan arus balik. Awalnya diusulkan selama empat hari berturut-turut, tapi setelah dihitung, lebih efektif jika dilakukan pada tanggal 3-4 April dan 8-9 April. Yang terpenting bagi kami adalah menekan jumlah pemudik per hari agar tidak terjadi lonjakan signifikan," jelasnya.
Baca Juga
Seperti yang diketahui, Berdasarkan perkiraan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta orang, atau sekitar 52 persen dari total populasi Indonesia.
Pemerintah memproyeksikan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2025 akan terjadi pada 26-28 Maret 2025, sedangkan arus balik diperkirakan memuncak pada 6-7 April 2025.
Adapun pengenaan diskon tarif tol terutama jalan tol milik Jasa Marga sebesar 20% pada pada 3-4 April dan 8-9 April 2025. JSMR memproyeksi puncak arus balik diprediksi jatuh pada 6 April 2025 (H+4) dengan volume kendaraan mencapai 264.000 unit atau turun 1 persen dibandingkan tahun lalu.