Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Bidik Tingkat Pengangguran Terbuka di Era Prabowo-Gibran 5%

Pemerintah menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada kisaran 4,5% hingga 5,0% pada 2025.
Mencari pekerjaan/rifemagazone.co.uk
Mencari pekerjaan/rifemagazone.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kisaran 4,5% hingga 5,0% pada 2025 atau pada tahun pertama masa kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut, prospek positif pertumbuhan ekonomi di 2025 akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan penurunan pengangguran. Dengan demikian, TPT diupayakan turun pada kisaran 4,5% hingga 5,0%.

“...sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan akan berada pada kisaran 4,5%–5,0%,” ujar Bappenas dalam rancangan awal rencana kerja pemerintah (RKP) 2025, dikutip Kamis (25/4/2024).

Bapanas mengharapkan, kian kondusifnya perekonomian nasional juga dapat terjadi di seluruh wilayah Indonesia sehingga TPT di tingkat daerah turut mengalami penurunan.

Secara terperinci, pemerintah mematok target TPT wilayah Sumatra di kisaran 4,2%-4,7%, wilayah Jawa sebesar 5,1%-5,6%, dan wilayah Bali-Nusa Tenggara sebesar 2,2%–2,7%. Kemudian, wilayah Kalimantan dipatok sebesar 4,0%–4,5%, wilayah Sulawesi sebesar 3,2%–3,7%, wilayah Maluku sebesar 4,6%–5,1%, dan wilayah Papua sebesar 2,5%–3,0%.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengarahkan kebijakan dan upaya strategis ketenagakerjaan pada penciptaan kesempatan kerja inklusif. Diantaranya melalui penumbuhan investasi padat pekerja, penumbuhan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, belanja pemerintah yang bersifat padat karya, dan penciptaan iklim ketenagakerjaan kondusif.

Kemudian, strategi penyiapan kebekerjaan dan keahlian angkatan kerja dilakukan melalui revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, perwujudan sistem informasi pasar kerja yang komprehensif dan kredibel, serta reformasi sistem perlindungan sosial.

Untuk diketahui, TPT pada Agustus 2023 turun menjadi 5,32% atau sebesar 0,54% dari 2022 yang tercatat sebesar 5,85%. Bappenas mengungkapkan, jumlah lapangan kerja baru yang tercipta cukup besar di 2023 yakni mencapai 4,55 juta. Jumlah tersebut berada di level tertinggi sejak 2018.

Jumlah pekerja di bidang pekerjaan dengan keahlian menengah dan tinggi pun mengalami peningkatan pada 2023 sebesar 2,12 juta orang. 

“Untuk meningkatkan jumlah pekerja di bidang pekerjaan dengan keahlian menengah dan tinggi, pemerintah terus berupaya melakukan reformasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” jelas Bappenas.

Seiring dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi, TPT pada 2024 diperkirakan dapat turun ke kisaran 5,0%-5,7%. Guna mendukung target tersebut, pemerintah melakukan sejumlah program perlindungan pekerja dan peningkatan keahlian. Diantaranya, melalui pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, pelatihan vokasi, dan Program Kartu Prakerja.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper