Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Ramal Penjualan Eceran Naik 3,5% pada Periode Ramadan

Bank Indonesia (BI) penjualan eceran meramal seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada periode Ramadan.
Pengunjung beraktivitas di kawasan pasar Tanah Abang di Jakarta, Rabu (6/4/2024). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Pengunjung beraktivitas di kawasan pasar Tanah Abang di Jakarta, Rabu (6/4/2024). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja penjualan eceran pada Maret 2024 diperkirakan tetap kuat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada periode Ramadan.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI), Indeks Penjualan Eceran (IPR) Maret 2024 tercatat sebesar 222,8 atau tumbuh 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Berdasarkan kelompoknya, sebagian kelompok tercatat meningkat, antara lain subkelompok sandang sebesar 5,9% yoy, kelompok suku cadang dan aksesori 12,0% yoy, serta bahan bakar kendaraan bermotor 13,2% yoy.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2024 diperkirakan meningkat sebesar 4,1% (month-to-month/mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 1,7% mtm.

“Secara bulanan, penjualan eceran diperkirakan meningkat dengan pertumbuhan sebesar 4,1% mtm, sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat saat bulan Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional [HBKN] Idulfitri, serta program potongan harga,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin haryono melalui keterangan resmi, Rabu (17/4/2024).

Erwin menjelaskan, seluruh kelompok berada pada fase ekspansi, dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 13% mtm, diikuti subkelompok sandang 11,1%, dan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya 6,1% mtm.

Adapun, kinerja penjualan eceran pada kuartal I/2024 diperkirakan tumbuh sebesar 3,7% yoy, lebih tinggi dari kuartal IV/2023 yang tumbuh 1,6% yoy.

Peningkatan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,4% yoy dan 12,9% yoy.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper