Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Makin Menurun

Investor telah mengurangi spekulasi mengenai seberapa besar Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada 2024.
Hafiyyan,Jessica Gabriela Soehandoko
Selasa, 9 April 2024 | 07:11
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington, DC, AS, Rabu (26/7/2023). / Reuters
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington, DC, AS, Rabu (26/7/2023). / Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku pasar telah mengurangi spekulasi mengenai seberapa besar Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada 2024. Ekspektasi ini merosot ke level terendah sejak Oktober, data LSEG menunjukkan pada Senin (8/4/2024).

Fed funds futures contracts untuk bulan Desember pada Senin mencerminkan ekspektasi penurunan suku bunga sekitar 60 basis poin tahun ini, dibandingkan dengan sekitar 150 basis poin yang telah diperkirakan pada awal tahun 2024.

Prospek penurunan suku bunga pertama sebesar 25 basis poin pada bulan Juni adalah sebesar 49%, turun dari 57% minggu lalu, data CME Group menunjukkan pada hari Senin.

Ekspektasi mengenai seberapa dalam dan seberapa cepat The Fed akan menurunkan suku bunga telah berubah dengan cepat selama beberapa bulan terakhir, karena investor semakin ragu bahwa para pengambil kebijakan akan mampu menurunkan biaya pinjaman tanpa memicu rebound inflasi dalam perekonomian yang kuat. The Fed memproyeksikan akan menurunkan suku bunga sebesar 75 basis poin tahun ini.

Akibatnya, imbal hasil Treasury, yang dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga, telah bergerak lebih tinggi. Imbal hasil acuan 10-tahun, yang bergerak berbanding terbalik dengan harga obligasi, mencapai level tertinggi sejak November pada hari Senin. Data pada Jumat (5/4/2024) menunjukkan kekuatan tak terduga di pasar tenaga kerja, yang terbaru dari serangkaian laporan yang mencerminkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan.

Pada bulan Januari, para pembuat kebijakan mengumumkan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran 5,25%-5,5% saat ini sampai mereka memiliki “keyakinan yang lebih besar” bahwa inflasi akan mencapai sasaran The Fed sebesar 2%.

Kombinasi data yang kuat dan terbatasnya kemajuan inflasi dalam beberapa bulan terakhir telah memperkuat seruan di antara para pejabat tinggi – termasuk Ketua Jerome Powell – untuk “bersabar” ketika mereka mengambil keputusan mengenai kapan akan menurunkan suku bunga.

"Investor akan mencermati Indeks Harga Konsumen bulan Maret, yang akan dirilis pada hari Rabu, untuk menilai lebih lanjut kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini," mengutip laporan Reuters.

Sementara itu, Ellen Zentner, Kepala ekonom Amerika Serikat (AS) di Morgan Stanley, mengatakan bahwa bank sentral AS, yakni Federal Reserve (The Fed) berada jalur yang tepat untuk menurunkan suku bunga acuan pada Juni 2024. 

Zentner mengatakan bahwa rencana pemangkasan suku bunga akan lebih berkaitan pada inflasi, jika The Fed melakukan pemangkasan suku bunga pada awal Mei 2024. 

“Saya pikir standarnya sangat tinggi bagi mereka untuk mencapainya dalam waktu dekat. Tapi saya masih memperkirakan mereka akan siap pada bulan Juni 2024,” jelasnya seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (5/4/2024).

Dalam berbicara pada pertemuan Dewan Eropa-Ambrosetti di Cernobbio, Italia, Zentner yakni bahwa ekspektasi pasar terhadap tiga pemangkasan pada tahun ini sejalan dengan pandangan The Fed. 

Pihaknya memperkirakan bahwa akan ada empat pemotongan, dan bahkan memperkirakan bahwa mereka akan mempercepat pemangkasan pada kuartal IV/2024. 

“Karena pada saat itu inflasi akan turun lebih cepat dibandingkan dengan penurunan inflasi The Fed,” jelasnya. 

Zentner juga menuturkan bahwa ia tidak berpikir waktu kapan bank-bank sentral di seluruh dunia akan memangkas suku bunga. Hal ini juga dinilai tidak akan menjadi masalah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Sumber : Reuters, Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper