Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Angkasa Pura Prediksi Pergerakan Penumpang Lebaran 2024 Capai 7,9 Juta Orang

Pergerakan penumpang di bandara diproyeksikan mencapai 7,9 juta orang selama periode mudik lebaran Idulfitri 2024.
Penumpang pesawat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/12/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Penumpang pesawat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/12/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Angkasa Pura Indonesia memproyeksikan pergerakan penumpang di bandara selama periode mudik lebaran Idulfitri 2024 mencapai 7,9 juta orang.

Direktur Utama Angkasa Pura Indonesia, Faik Fahmi mengatakan, pihaknya menetapkan periode posko lebaran sejak 3 April hingga 18 April 2024. Adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 5 April 2024 dan puncak arus balik pada 14 April 2024.

"Kita memproyeksikan selama periode posko lebaran ada sekitar 7,9 juta penumpang akan dilayani di 35 bandara," ujar Faik dalam konferensi pers InJourney, Rabu (27/3/2024).

Menurutnya, proyeksi penumpang pada periode lebaran kali ini sudah lebih tinggi 3% dibandingkan jumlah penumpang lebaran di periode 2019 sebelum Covid-19. Sementara dibandingkan dengan tahun lalu, proyeksi jumlah penumpang lebaran 2024 naik 10% (year-on-year).

"Tahun 2024 ini adalah tahun di mana akan sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19," ucapnya.

Adapun kepadatan tertinggi penumpang pesawat pada periode lebaran 2024 akan terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya diikuti oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, Bandara Juanda di Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.

"Yang lainnya ada di Padang, dan Yogyakarta," sebutnya.

Faik menambahkan, untuk mendukung kelancaran pergerakan penumpang di bandara selama periode mudik lebaran, Angkasa Pura bakal mengoperasikan selama 24 jam untuk 6 bandara, antara lain di Soekarno Hatta (CGK), Denpasar (DPS), Makassar (UPG), Manado (MDC), Medan (KNO), dan Halim Perdana Kusuma (HLP). Menurutnya, jumlah bandara yang beroperasi 24 jam masih berpeluang ditambah.

"Namun di bandara yang sifatnya tidak beroperasi 24 jam kita masih bersifat fleksibel kalau diperlukan untuk dioperasikan 24 jam kita fully support," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper