Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Komisi VII Ragu Proyek Blok Masela Onstream Rampung Akhir 2029

Komisi VII DPR RI menilai jadwal onstream proyek itu bakal kembali mundur lantaran berlarut-larutnya esekusi rencana pengembangan.
Ilustrasi blok masela
Ilustrasi blok masela

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi VII DPR RI ragu ihwal jadwal onstream proyek LNG Abadi Blok Masela yang ditenggat akhir 2029. 

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman menilai jadwal onstream proyek itu bakal kembali mundur lantaran berlarut-larutnya esekusi rencana pengembangan atau plan of developement (PoD). 

“Ini berangkat dari keraguan kami Komisi VII, target onstream Blok Masela itu kan di 2029, kita melihatnya sepertinya kita agak ragu tercapai di 2029,” kata Maman saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, Jakarta, Rabu (27/3/2024). 

Di sisi lain, kata Maman, pemerintah memiliki kepentingan untuk menjaga onstream proyek gas abadi itu sebelum 2030. Proyek itu diharapkan dapat mengerek realisasi lifting yang telah lama susut saat ini. 

Dia menyarankan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk menggunakan fasilitas Inpex Masela Ltd. di Darwin untuk mempercepat pengembangan lapangan di offshore

“Coba mulai dikaji, kita masuk pada suatu ide menggunakan fasilitas Inpex yang ada di Darwin, kita bisa tekan Capex yang US$20 miliar itu dan mempercepat waktu,” kata dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah mengevaluasi realisasi capaian program jangka panjang atau long term plan (LTP) 1 juta barel minyak per hari (bopd) dan 12.000 juta kaki kubik per hari gas (MMscfd).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan lembagannya bakal memundurkan target jangka panjang itu dua tahun sampai tiga tahun dari target LTP yang ditenggat pada 2030 saat ini. 

Alasannya, kata Tjip sapaan karibnya, realisasi lifting migas yang direncanakan dalam LTP yang disusun pada 2019 lalu terdampak pandemi selama hampir 3 tahunan. 

“Yang intinya kira-kira mungkin mundur antara dua sampai tiga tahun karena diakibatkan pandemi yang kita hadapi,” kata Tjip saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Tjip menuturkan sebagian proyek hulu migas strategis belakangan mengalami kemuduran akibat pandemi sejak 2020. Dengan demikian, kata dia, beberapa rencana yang menjadi bagian dari proyek LTP tidak sesuai dengan target. 

Di sisi lain, Tjip menuturkan, lembagannya telah melakukan sejumlah proyeksi anyar untuk beberapa lapangan signifikan yang mungkin onstream sebelum 2027. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper