Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sekjen OECD Sebut Aksesi Indonesia Cetak Sejarah Baru, Ini Alasannya!

Sekjen OECD Mathias Cormann mengatakan aksesi Indonesia untuk menjadi anggota cetak sejarah baru di organisasi tersebut.
Presiden Joko Widodo menerima Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) Mathias Cormann, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (10/8/2023). Foto: BPMI Setpres/Lukas
Presiden Joko Widodo menerima Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) Mathias Cormann, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (10/8/2023). Foto: BPMI Setpres/Lukas

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann mengatakan proses aksesi Indonesia merupakan sejarah baru bagi organisasi tersebut. 

Seperti diketahui, Dewan OECD telah menyetujui membuka diskusi proses permintaan aksesi Indonesia pada Selasa, (20/2/2024). Hal itu merupakan bentuk dalam meningkatkan kerja sama dan keterlibatan Indonesia yang menjadi mitra utama OECD sejak 2007 melalui program kerja sama yang meliputi kebijakan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang lebih luas.  

Pasalnya, Indonesia turut membantu OECD mengeluarkan program regional Asia Tenggara sekaligus menjadi salah satu ketua bersama pertama pada 2014.

Sekjen OECD Mathias Cormann menyampaikan keputusan proses aksesi Indonesia mencatat sejarah baru, Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang memulai proses aksesi sekaligus pertumbuhan paling dinamis di dunia.

“Keputusan Anggota OECD hari ini sangat bersejarah. Penerapan di Indonesia adalah yang pertama di Asia Tenggara, salah satu kawasan dengan pertumbuhan paling dinamis di dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (7/3/2024).

Dia juga menyebutkan Indonesia adalah negara yang memiliki perekonomian terbesar di Asia Tenggara, demokrasi terbesar posisi ketiga di dunia, pemain ekonomi global, serta menjadi pemimpin penting di Asia Tenggara dan sekitarnya.

“Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia adalah pemain global yang signifikan, memberikan kepemimpinan yang penting di kawasan ini dan sekitarnya,” ujar Cormann.

Cormann menjelaskan manfaat bergabung menjadi anggota OECD, yakni membantu menghasilkan kebijakan yang lebih baik, termasuk memberikan dukungan penuh kepada Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

“Aksesi OECD telah terbukti memberikan dampak transformasional yang positif di negara-negara yang bergabung, membantu menghasilkan kebijakan yang lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik. Melalui diskusi aksesi, OECD akan memberikan dukungan kepada Indonesia dalam melanjutkan perjalanan reformasi ambisiusnya untuk mencapai visinya menjadi negara dengan perekonomian maju pada 2045,” ujarnya.

Tahapan Aksesi Indonesia 

Dia juga menyampaikan proses aksesi Indonesia akan memperkuat relevansi dan dampak global bagi OECD.

“Yang penting, keterlibatan Indonesia dalam proses ini dengan OECD sebagai negara aksesi juga akan membantu memperkuat relevansi dan dampak global Organisasi kami,” ujar Cormann.

Setelah membuka diskusi proses aksesi, pemerintah Indonesia harus menunggu peta jalan yang akan dikeluarkan Sekretaris Jenderal OECD untuk dipertimbangkan oleh Dewan OECD pada pertemuan berikutnya.

Lebih dari 20 panitia teknis akan melakukan evaluasi yang ketat serta mendalam mengenai keselarasan kebijakan Indonesia dengan standar dan praktik terbaik yang dimiliki OECD.

Secara teknis, panitia OECD akan melakukan tinjauan terhadap beberapa bidang kebijakan dan berfokus pada isu-isu utama, termasuk perdagangan terbuka dan investasi, kemajuan dalam tata kelola publik, integritas dan upaya pencegahan korupsi, serta perlindungan dan tindakan yang efektif dalam mengatasi perubahan iklim.

Penyelesaian proses aksesi tidak dibatasi dengan waktu, hasilnya tergantung dengan kapasitas negara aksesi dalam beradaptasi serta menyesuaikan diri terhadap standar dan kebijakan OECD sekaligus suara bulat seluruh anggota OECD. (Ahmadi Yahya)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper