Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Belum Sehari, Business Matching 2024 Raup Kontrak Rp90 Triliun

Belum sehari, total komitmen kontrak yang terjadi dalam acara Business Matching 2024 sudah mencapai Rp90 triliun
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita - Dok. Kemenperin.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita - Dok. Kemenperin.

Bisnis.com, DENPASAR - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat total komitmen kontrak yang terjadi dalam acara Business Matching 2024 mencapai Rp90 triliun sampai pukul 12.00 WITA, Selasa (5/3/2024).

Adapun, Kemenperin kembali menggelar Business Matching 2024 di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, Senin-Kamis atau sedari tanggal 4-7 Maret 2024. Tahun ini, Kemenperin mengangkat tema kemandirian produk dalam negeri menuju Indonesia emas.

“Saya bisa laporkan, alhamdulillah per jam 12 [WITA] hari ini di dalam dashboard business matching sudah tercatat komitmen Rp90 triliun,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita di The Meru Sanur, Selasa (5/3/2024).

Agus mengatakan bahwa nilai tersebut merupakan hal baik, karena dirinya memang menargetkan adanya komitmen kontrak yang terjadi pada Business Matching 2024 mencapai Rp200 triliun.

Agus pun menyampaikan, sampai saat ini pemerintah terus berupaya untuk mempermudah produk-produk dalam negeri bisa diserap di dalam pengadaan Kementerian Lembaga BUMN, Pemda dan lainnya.

“Yang terpenting adalah bagi kita bisa memperbanyak secepat mungkin produk-produk kita masuk ke E-Katalog,” ujarnya.

Sebelumnya, Agus menargetkan Rp250 triliun sebagai realisasi belanja produk dalam negeri hingga akhir Triwulan I 2024.

Agus menjelaskan bahwa target angka sebesar Rp250 Triliun tersebut bukan tanpa sebab. Karena, pada tahun ini potensi belanja barang dan modal di APBN dan APBD sebesar Rp1.223,37 Triliun dan angka tersebut berada di luar anggaran dari BUMN dan BUMD.

“Untuk mendukung pencapaian target tersebut, maka realisasi belanja produk dalam negeri diharapkan dapat mencapai angka minimal sebesar Rp250 Triliun hingga akhir Triwulan I 2024,” kata Agus dalam pembukaan Business Matching di The Meru Sanur, Denpasar, Selasa (5/3/2024).

Lebih lanjut, Agus mengharapkan dalam tiga hari kedapan dari penyelenggaran Business Matching 2024 dapat mencatat nilai komitmen kontrak sebesar Rp200 triliun.

“Dan kita juga berharap bahwa pada kegiatan Business Matching kita, pada 2 atau 3 hari ke depan bisa tercatat kontrak di atas Rp200 triliun,” harap Agus.

Business Matching 2024 merupakan kelanjutan dari agenda serupa yang sudah dilaksanakan sukses sebelumnya pada tahun 2022 dan 2023.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku industri selaku produsen dengan penggunan produk dalam negeri khususnya yang menggunakan anggaran pemerintah melalui pengadaan barang dan jasa.

Pada Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri 2024, Kemenperin menggandeng Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kegiatan ini juga didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukman Nur Hakim
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper