Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kereta Otonom IKN Bakal Dibangun 2 Fase, Menhub Beri Info Detailnya

Menhub Budi Karya Sumadi memberikan perkembangan terbaru soal pembangunan kereta otonom di IKN Nusantara.
Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek kereta otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) di IKN Nusantara./ Dok. Kemenhub
Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek kereta otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) di IKN Nusantara./ Dok. Kemenhub

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan perkembangan terbaru terkait rencana menyebutkan pembangunan kereta otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Pembangunan kereta otonom ini akan dibangun dalam 2 fase. Budi Karya menuturkan, kereta tersebut akan berada di kawasan Sumbu Kebangsaan Timur dan Sumbu Kebangsaan Barat. Adapun, tahap pembangunan rutenya akan dilakukan dalam dua fase.

Secara terperinci, panjang pembangunan jalur ART tahap I adalah kurang-lebih 1,2 km. Sementara itu, panjang pembangunan jalur tahap II adalah kurang-lebih 5,2 km.

"Saat beroperasi nanti, jalur dan halte ART akan sharing dengan Bus Rapid Transit [BRT]," kata Budi Karya dalam keterangan resminya, Jumat (1/3/2024).

Menhub menjelaskan, ART dioperasikan menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet. Satu set ART terdiri dari dua gerbong, dengan total kapasitas penumpang sebanyak 324 orang.

Selanjutnya, kecepatan operasional kereta otonom tersebut adalah 40 km/jam dan maksimal 70 km/jam.

Sebelumnya, Budi Karya dalam kunjungan kerjanya ke China telah bertemu Menteri Transportasi yakni Li Xiaopeng membahas kerja sama lanjutan pembangunan transportasi massal kereta api di IKN.

Tak hanya bertemu dengan Menteri Transportasi China, Budi juga diketahui bertemu dengan sejumlah pimpinan China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) untuk membahas kelanjutan kerja sama pembangunan kereta api Autonomous Rail Transit (ART) untuk IKN.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper