Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Target Produksi 200.000 Ton NPK Nitrat, Pupuk Indonesia Bangun 2 Pabrik

Pupuk Indonesia membangun dua pabrik NPK Nitrat untuk menutupi kebutuhan dalam negeri, berlokasi di Kalimantan Timur dan Jawa Barat.
Seremoni peresmian pabrik amonium nitrat yang dibangun Pupuk Indonesia/Bisnis- Afiffah Rahmah N
Seremoni peresmian pabrik amonium nitrat yang dibangun Pupuk Indonesia/Bisnis- Afiffah Rahmah N

Bisnis.com, BONTANG- PT Pupuk Indonesia (Persero) akan membangun 2 pabrik pupuk NPK berbasis nitrat di Bontang, Kalimantan Timur dan Cikampek, Jawa Barat. Selama ini, produk tersebut 100% masih diimpor dari Eropa dan China. 

Adapun, ekspansi pabrik ini dilakukan seiring dengan rampungnya fasilitas produksi bahan baku amonium nitrat yang dibangun PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN), joint venture PT Pupuk Kaltim dan PT Dahana. 

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan pembangunan pabrik pupuk NPK nitrat akan dilakukan berkala. Tahap pertama pabrik di Cikampek, Jawa Barat yang ditargetkan rampung akhir tahun 2025. 

"Kita akan lanjutkan dengan membangun 2 pabrik NPK berbasis nitrat, satu akan kita bangun disini [Bontang] karena dekat dengan pabrik ini, satu lagi kita bangun di Jawa Barat karena dekat dengan pasarnya," kata Rahmad di Bontang, Kamis (29/2/2024) 

Adapun, pabrik pupuk NPK nitrat di Bontang akan dibangun oleh PT Pupuk Kaltim dengan kapasitas sebesar 100.000 metrik ton per tahun dan pabrik di Cikampek akan dibangun PT Pupuk Kujang dengan volume kapasitas yang sama. 

Tahap kedua, pabrik pupuk NPK di Bontang akan dibangun pada tahun 2026 setelah pabrik pertama rampung. Dengan demikian, Pupuk Indonesia akan memproduksi 200.000 ton per tahun beberapa tahun mendatang. 

"Jadi 200.000 ton pabrik NPK berbasis nitrat, kebutuhan di Indonesia untuk NPK berbasis nitrat itu hampir setengah juta ton," tuturnya. 

Kendati demikian, Rahmad tak memberikan nilai investasi yang akan digelontorkan untuk kedua pabrik baru tersebut. Namun, dia memastikan hilirisasi dari amonium nitrat akan terus digenjot. 

"Jadi kita akan melakukan hilirisasi, fokusnya Pupuk Indonesia di petrokimia berbasiskan gas alam ini akan kita turunkan terus," tuturnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper