Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Merangkak Naik, Wamendag Jerry Jamin Stok Beras Aman

Wamendag Jerry Sambuaga mengatakan stok beras hingga saat ini tercukupi dan tersedia untuk kebutuhan nasional meski terjadi fluktuasi harga.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga usai menghadiri rapat kerja Kemendag 2024 di Semarang, Rabu (21/2/2024) - BISNIS/Ni Luh Anggela
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga usai menghadiri rapat kerja Kemendag 2024 di Semarang, Rabu (21/2/2024) - BISNIS/Ni Luh Anggela

Bisnis.com, SEMARANG - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga memastikan stok beras tidak akan mengalami masalah yang pernah terjadi pada komoditas minyak goreng alias langka.

Perlu diketahui, stok minyak goreng sempat langka pada 2022. Menurut catatan Bisnis, Rabu (2/3/2022) stok minyak goreng langka di pasaran akibat masalah distribusi.

Jerry mengatakan stok beras hingga saat ini tercukupi dan tersedia untuk kebutuhan nasional meski terjadi fluktuasi harga.

“Kita akan memastikan langkah strategis ke depan bersama, tidak hanya Kemendag, tapi dengan Bapanas, Kementerian Pertanian, Bulog,” kata Jerry usai menghadiri rapat kerja Kemendag 2024, Rabu (21/2/2024).

Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan pengecekan di tingkat pasar tradisional dan modern hingga harga beras berada di level wajar.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan sebelumnya memastikan bahwa pasokan beras tersedia. “Beras tidak ada masalah. Berasnya banyak,” kata Zulhas kepada awak media di Pasar Bulu Baru Semarang, Jawa Tengah, Selasa (20/2/2024).

Politisi PAN itu menuturkan stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini sekitar 1,4 juta ton. Selain itu, masih ada penugasan importasi beras yakni 2 juta ton pada 2024.

Sebagaimana diketahui, harga beras terus merangkak naik beberapa waktu belakangan. Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (21/2/2024) pukul 20.01 WIB, harga beras baik premium maupun medium tercatat naik menjauhi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp10.900-Rp11.800 per kilogram untuk beras medium dan Rp13.900-Rp14.800 per kilogram untuk beras premium.

Harga beras premium secara rata-rata nasional meningkat 0,31% menjadi Rp16.210 per kilogram, dengan harga tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar Rp24.490 per kilogram dan terendah di Aceh Rp14.640 per kilogram.

Sementara itu, harga beras medium terkerek naik 0,14% menjadi Rp14.140 per kilogram. Tercatat harga tertinggi berada di Papua Pegunungan sebesar Rp20.980 per kilogram dan terendah di Papua Selatan Rp11.800 per kilogram.

Tingginya harga beras juga dirasakan oleh peritel. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mengungkapkan pihaknya mulai kesulitan mendapat stok beras premium kemasan 5 kilogram lantaran beras yang diterima peritel dari pemasok telah melampaui HET yang disyaratkan pemerintah.

Ketersediaan pasokan dan permintaan yang tidak seimbang telah memicu lonjakan harga beras di pasar ritel dan pasar rakyat. 

“Peritel mulai kesulitan mendapatkan suplai beras tipe premium lokal dengan kemasan 5 kilogram,” kata Roy dalam keterangan tertulisnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper