Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Pangan Melonjak Jelang Ramadan, Mendag Zulhas Wanti-Wanti Hal Ini

Mendag Zulhas mengimbau jajaran Kemenda dan pemda untuk memberi perhatian khusus pada lonjakan harga pangan menjelang ramadan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Perdagangan, Jumat (4/8/2023) - BISNIS/Ni Luh Anggela
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Perdagangan, Jumat (4/8/2023) - BISNIS/Ni Luh Anggela

Bisnis.com, SEMARANG - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) hingga pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan jelang Ramadan.

Zulhas menyampaikan, pihaknya berhasil menjaga stabilitas harga komoditas pangan pada momentum Ramadan serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Keberhasilan itu diharapkan terus berlanjut di 2024. 

“Saya minta tetap kita fokus konsentrasi. Ini memerlukan perhatian khusus oleh saudara-saudara,” kata Zulhas dalam sambutannya pada  pembukaan rapat kerja Kemendag Tahun 2024 di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (20/2/2024).

Selain meminta jajarannya untuk bersiap siaga jelang Ramadan, Zulhas dalam arahannya meminta jajaran Kemendag untuk melanjutkan program-program yang dapat mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.

Politisi PAN itu mengungkapkan, kinerja ekspor nonmigas ke Timur Tengah tercatat mencapai US$10,34 miliar pada 2023 atau tumbuh 25,21% dibanding 2021.

Kinerja positif tersebut juga terlihat dari nilai ekspor Indonesia ke Asia Selatan yang tercatat US$26,70 miliar atau tumbuh 31,75% dibandingkan 2021.

Zulhas juga mengungkapkan, India sukses menggeser Amerika Serikat sebagai penyumbang surplus nonmigas 2023 bagi Indonesia, dengan nilai surplus mencapai US$14,51 miliar.

“Apa yang kita rancang artinya sudah nampak membuahkan hasil,” ujarnya.

Kendati ekspor nonmigas ke Timur Tengah dan Asia Selatan menunjukkan kinerja yang positif, Zulhas mengakui bahwa ekspor Indonesia ke Afrika dan Amerika Latin masih stagnan.

Oleh karena itu, dia mendorong Kemendag untuk terus mengembangkan ekspor nonmigas ke kawasan non tradisional Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Amerika Latin. Adapun komoditas yang akan didorong diantaranya pakaian, sepatu, hingga makanan.

Dia juga mendorong jajarannya untuk memberikan perhatian lebih kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengingat UMKM berperan penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Itu harus jadi fokus 2025,” pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper