Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Astra Agro Lestari Blak-blakan Peluang RI Kembangkan BBM 100% Sawit

Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) Santosa blak-blakan menyampaikan pandangannya soal ambisi swasembada energi lewat BBM berbasis sawit.
Direktur Utama Astra Agro Lestari Santosa./Bisnis-Novita S. Simamora
Direktur Utama Astra Agro Lestari Santosa./Bisnis-Novita S. Simamora

Bisnis.com, JAKARTA -  Pemerintah terus mendorong pengembangan bioenergi lewat bahan bakar minyak (BBM) campuran solar dan minyak kelapa sawit 35% atau yang dikenal sebagai program mandatori biodiesel B35. Bahkan, ke depannya Indonesia digadang-gadang mampu menghasilkan BBM yang 100% berasal dari minyak sawit alias B100.

Lantas, mungkinkah Indonesia dapat mencapai swasembada energi lewat biofuel?

Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) Santosa blak-blakan menyampaikan pandangannya soal ambisi swasembada energi lewat bahan bakar berbasis tanaman. Menurutnya, kapasitas produksi minyak sawit atau crude palm oil (CPO) menjadi pertimbangan dalam mewujudkan ambisi tersebut.

Santosa menyebut bahwa produksi minyak sawit Indonesia mengalami stagnasi di kisaran 51 juta ton per tahun. Adapun, untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga dan industri dalam negeri sekitar 8 juta ton minyak sawit.

Sementara untuk program B35 dalam setahun dibutuhkan sekitar 12 juta ton minyak sawit. Dia pun menghitung untuk memproduksi B100 setidaknya diperlukan volume minyak sawit tiga kali lipat lebih banyak, yakni mencapai 36 juta ton. Peningkatan konsumsi minyak sawit untuk bioenergi dianggap dapat menggerus volume ekspor.

"Terus kita ekspor dari mana?" ujar Santosa dalam Talk the CEO di Bandung, Jumat (16/2/2024).

Menurut Santosa, apabila seluruh produksi minyak sawit digunakan untuk kebutuhan domestik alias tanpa ekspor, maka implementasi dan pengembangan biodiesel akan sulit. Musababnya, program mandatori biodiesel selama ini pun juga didanai sebagian oleh BPDPKS dari pungutan ekspor minyak sawit.

"Kalau enggak ada ekspor, yang nombok siapa? Kecuali kalau harga sawitnya jatuh sekali, harga minyaknya luar biasa tinggi enggak perlu disubsidi lagi. Tapi kalau dalam kondisi hari ini, untuk biodiesel itu perlu support dari pungutan ekspor," jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan catatan Bisnis.com, Kamis (23/11/2023), Calon Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar Indonesia tidak bergantung pada impor BBM. Menurutnya, Indonesia mampu menghasilkan BBM berbasis tanaman yang bebas emisi dan tidak merusak lingkungan.

Prabowo pun optimistis lewat BBM hijau itu nantinya Indonesia tidak impor BBM lagi dan mencapai swasembada energi.

"Nantinya kita akan menjadi satu-satunya negara di dunia yang bisa menghasilkan BBM dari tanaman dan ini kan sehat," ujar Prabowo.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper