Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PT KAI Genjot Angkutan Batu Bara, Borong Lokomotif Rp3,46 Triliun

PT KAI berniat menggenjot kinerja angkutan batu bara dengan memborong 54 lokomotif senilai Rp3,46 triliun.
Kereta angkutan barang/PT KAI
Kereta angkutan barang/PT KAI

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan membeli 54 lokomotif dari AS senilai Rp3,46 triliun untuk meningkatkan kinerja sektor bisnis angkutan barang, terutama komoditas batu bara.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan, kontrak pengadaan lokomotif tersebut dilakukan bersama pabrikan asal AS, Progress Rail, yang merupakan entitas anak perusahaan pembuat alat-alat berat, Caterpillar.

Untuk kontrak pengadaan ini, KAI mengeluarkan dana sebesar US$222,4 juta atau sekitar Rp3,46 triliun dengan asumsi kurs US$1=Rp15.600.

“Nilai kontraknya US$222,4 juta dan investasinya dari dana KAI sendiri,” jelas Joni saat dihubungi, Kamis (15/2/2024).

Secara terpisah, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, pembelian lokomotif ini merupakan salah satu langkah strategis KAI dalam rencana pengembangan angkutan barang di Sumatera Selatan. Pengadaan sarana sejumlah 54 lokomotif baru ini, merupakan kelanjutan dari pembelian 91 lokomotif sebelumnya yang telah KAI terima sejak 2011.

Dia melanjutkan, pengadaan lokomotif tersebut juga akan mendukung target 85 juta ton angkutan batu bara di Sumatera Bagian Selatan di tahun 2026, dimana pada 2023 telah tercapai sebanyak 51 juta ton. 

Pembelian lokomotif juga dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan energi domestik dan memenuhi permintaan energi di dunia internasional yang terus meningkat.

Didiek menuturkan, ke-54 lokomotif tersebut akan datang secara bertahap mulai April 2025 hingga April 2026. Lokomotif yang akan didatangkan tersebut berjenis GT38AC atau yang dikenal di Indonesia sebagai CC 205. 

Dia mengatakan, kemampuan menarik kereta atau gerbong yang besar dari jenis lokomotif ini telah memberikan dampak yang signifikan dalam hal efisiensi dan emisi karbon yang dikeluarkan. 

“Lokomotif ini dilengkapi dengan teknologi terbaru dan fitur-fitur yang ramah lingkungan. Sehingga mampu untuk mencapai standar yang tinggi dalam mendukung keberlangsungan lingkungan,” kata Didiek.

Adapun, lokomotif jenis ini dirancang khusus untuk lingkungan Asia Tenggara dan telah terbukti beroperasi secara baik dengan menggunakan bahan bakar biodiesel (B35) yang ramah lingkungan. Fitur-fitur lokomotif ini di antaranya memiliki mesin 710 delapan silinder, motor traksi AC yang kuat dan tahan lama, serta rancangan kabin dan bodi lokomotif yang mendukung visibilitas masinis.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper