Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investasi ExxonMobil Tembus Rp3,08 Triliun, Pengembangan Banyu Urip Dimulai Maret 2024

ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) bakal memulai program optimasi pengembangan lapangan (OPL) Banyu Urip, Blok Cepu bulan depan.
Investasi ExxonMobil Tembus Rp3,08 Triliun, OPL Banyu Urip Dimulai Maret 2024. Pandangan fasilitas Central Processing Facility Exxonmobil Cepu Limited (EMCL) Lapangan Banyu Urip (2016). Bloomberg / Dimas Ardian
Investasi ExxonMobil Tembus Rp3,08 Triliun, OPL Banyu Urip Dimulai Maret 2024. Pandangan fasilitas Central Processing Facility Exxonmobil Cepu Limited (EMCL) Lapangan Banyu Urip (2016). Bloomberg / Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA — ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) bakal memulai program optimasi pengembangan lapangan (OPL) Banyu Urip, Blok Cepu bulan depan.

Total komitmen investasi dari kegiatan eksplorasi lanjutan itu mencapai US$203,5 juta setara dengan Rp3,08 triliun (asumsi kurs Rp15.180 per dolar AS). 

“Pengeboran Banyu Urip Infill & Clastic mencakup sumur infill dan clastic dijadwalkan akan mulai pada Maret 2024,” kata VP Public & Government Affairs, ExxonMobil Cepu Limited Dave A. Seta saat dihubungi, Minggu (4/2/2024). 

Dave mengatakan pengeboran itu diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak dari lapangan Banyu Urip. Dengan demikian, kata Dave, EMCL tetap dapat menjaga ketahanan energi dan target produksi nasional untuk jangka panjang. 

“EMCL terus bekerja sama dengan SKK Migas untuk mengoptimalkan produksi Banyu Urip sekaligus mempertahankan operasi yang aman dan andal,” kata dia.

Sementara itu, tambahan penerimaan negara dari kegiatan pengembangan lapangan Banyu Urip ditaksir mencapai sekitar US$2,1 miliar atau setara dengan Rp31,87 triliun. Perolehan itu mengambil porsi 80,9 persen dari pendapatan kotor operator lapangan, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL). 

Koordinator Pengawasan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Prima K Panggabean mengatakan komitmen investasi itu dapat mengerek tambahan cadangan minyak EMCL ke level 42,92 juta barel minyak (MMBO).  

Seperti diketahui, EMCL menyampaikan komitmen untuk pengeboran 5 sumur infill carbonate dan 2 sumur clastic yang ditargetkan first oil pada 2028 mendatang.

Prima mengatakan pemerintah telah memberikan insentif yang cukup progresif untuk menopang OPL yang disampaikan EMCL sejak 2021 lalu.  

“Jenis insentif di antaranya perubahan split bagi hasil net after tax melalui penyesuaian tarif PPh Badan sebesar 20% dengan tarif branch profit tax sebesar 20%,” kata Prima kepada Bisnis, Kamis (10/8/2023).  

Dengan demikian, Prima menggarisbawahi, effective tax rate dari EMCL untuk OPL ini menjadi 36% yang awalnya berada di angka 44%.  

“Perubahan ini berlaku efektif sejak 2022,” kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper