Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Imlek 2024, Tingkat Kunjungan ke Mal Diramal Cuma Naik 10%

Asosiasi Pengusaha Pusat Perbelanjaan Indonesia Alphonzus Widjaja memperkirakan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal jelang Imlek hanya naik 10%.
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memperkirakan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal jelang Imlek hanya naik 10% dibandingkan periode yang sama pada 2023.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyampaikan, tingkat kunjungan yang naik tipis itu lantaran ada hari terjepit, seperti di antara hari libur peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada Kamis (8/2/2024) dan hari raya Imlek yang jatuh pada Sabtu (10/2/2024).

“Biasanya kalau yang hari 'kejepit' gini banyak yang akan long holiday, ambil cuti,” kata Alphonzus kepada awak media di Hotel The Langham, Rabu (31/1/2024).

Dia mengatakan, masyarakat menengah ke atas biasanya akan memilih bepergian ke luar negeri selama libur panjang ini, sedangkan masyarakat menengah ke bawah akan memilih untuk berwisata keluar kota.

Sementara itu, dia optimistis tingkat kunjungan pada momentum Ramadan dan Idulfitri akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Alphonzus memprediksi tingkat kunjungan pada periode ini meningkat sekitar 20%-30%.

Adapun, pada 2024, asosiasi menargetkan peningkatan tingkat kunjungan sebesar 20%-30% dari tingkat kunjungan pada 2023. Pasalnya, pada 2023, pusat perbelanjaan masih harus berbagi ‘kue’ dengan sektor wisata mengingat adanya pandemi Covid-19 yang membuat pergerakan masyarakat terbatas.

“Di 2024 wisatanya tidak akan seluar biasa seperti 2023. Akan mulai normal, tapi bukan turun ya 2023 kan luar biasa fenomena wisatanya sehingga kami tidak harus berbagi lagi dengan wisata, jadi ada peningkatan,” jelasnya.

Kendati demikian, dia khawatir tingkat kunjungan pada 2024 menurun akibat adanya pembatasan impor sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.36/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Kebijakan ini, kata dia, membuat sejumlah peritel mengurungkan niat untuk membuka toko-toko baru.

Menurut catatan Bisnis, (20/12/2023), PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) pada 2024 mematok target dengan 200 gerai baru Alfamidi. Untuk gerai Lawson, perseroan menargetkan untuk membuka 250 gerai baru pada 2024. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan target tahun sebelumnya sebanyak 500 gerai.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper