Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wow! Tingkat Kunjungan Mal Jabodetabek Naik 100 Persen saat Ramadan

Rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan atau saat Ramadan dan Idulfitri 2023 bisa mencapai lebih dari 100 persen.
Pengunjung berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Minggu (15/3/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Minggu (15/3/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) menyampaikan sektor ritel telah pulih total pascapandemi. Hal ini ditandai dengan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal di wilayah Jabodetabek yang naik lebih dari 100 persen sepanjang Ramadan 2023. 

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengatakan rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idulfitri 2023 dapat mencapai lebih dari 100 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi atau paling tidak sama dengan sebelum pandemi.

"Tidak sedikit pusat perbelanjaan yang tingkat kunjungannya telah mencapai 100 persen atau bahkan lebih dibandingkan dengan sebelum pandemi," kata Alphonzus kepada Bisnis, Minggu (9/4/2023). 

Dia menjelaskan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada 2020 yakni sekitar 50 persen dan mengalami peningkatan sedikit menjadi sekitar 60 persen pada 2021.

Pada 2022, sektor ritel semakin menunjukkan pemulihan dengan tingkat kunjungan mencapai 90 persen. Kondisi tersebut juga didukung oleh pencabutan aturan PPKM oleh pemerintah pada akhir 2022. 

"Tahun ini merupakan ramadan dan Idulfitri pertama yang tanpa pembatasan, setelah tiga tahun berturut-turut sebelumnya selalu disertai dengan berbagai pembatasan akibat pandemi Covid-19," ujarnya. 

Dia memproyeksi puncak kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat ramadan akan terjadi 1-2 minggu menjelang Idulfitri 2023. Untuk itu, tak sedikit pengelola mal yang kini menarik perhatian masyarakat dengan beragam kegiatan. 

"Pusat perbelanjaan telah mulai kembali mengadakan berbagai acara dan kegiatan serta beragam promo belanja yang mana sebelumnya hampir selama tiga tahun dilarang sehubungan dengan berbagai pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah," terangnya. 

Lebih lanjut, dia menerangkan, tenant atau penyewa yang masuk menjelang ramadan semakin beragam mengikuti tren konsumsi masyarakat. Umumnya, saat ramadan berlangsung, masyarakat akan berbelanja barang ataupun produk kategori non-makanan dan minuman (non F&B).

"Pada saat libur ataupun Idulfitri maka akan beralih ke kategori makanan & minuman (F&B) serta hiburan," ujarnya.

Periode Ramadan 2023 menjadi berkah bagi penyewa maupun pengelola mal, sebab pada kuartal pertama tahun ini atau periode Januari-Maret 2023 kinerja tingkat hunian mal-mal di Jabodetabek masih dibawah 70 persen.

Berdasarkan data Colliers Indonesia, rata-rata tingkat hunian mal di Jakarta masih di angka 69 persen pada kuartal pertama. Adapun, okupansi tertinggi yaitu mal premium dengan angka 84,5 persen, disusul mal middle-upper 79,3 persen.

Adapun, sektor F&B, fashion sports brand & footwear, entertaiment & playground dan home improvement diperkirakan terus menjadi faktor penarik konsumen untuk berkunjung ke mal.

Sementara itu, bisnis supermarket dan department store terus berbenah dan menawarkan konsep baru yang lebih segar untuk menarik banyak konsumen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper