Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pakar Ingatkan Dampak dari Masalah Overtourism di Bali

Bali dinobatkan sebagai salah satu destinasi yang mengalami masalah overtourism pada 2023 menurut laporan CNN.
Wisata di Canggu/istimewa
Wisata di Canggu/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Bali dinobatkan sebagai salah satu destinasi yang mengalami masalah overtourism pada 2023 menurut laporan CNN. Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (Icpi) pun mengungkap penyebab terjadinya overtourism di Bali.

Ketua Umum Icpi, Azril Azhari, menyampaikan, setiap destinasi memiliki kemampuan kapasitas terpasang (physical carrying capacity). Sayangnya, hal tersebut jarang diperhitungkan oleh pemerintah. Belum lagi studi gerakan (time and motion study) atau jumlah pengunjung yang datang di sebuah destinasi wisata.

Menurutnya, pemerintah selama ini hanya fokus mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya untuk menarik keuntungan.

“Kalau makin banyak [wisatawan yang datang], makin senang saja kita untung. [Tapi] itu salah,” kata Azril kepada Bisnis, dikutip Kamis (25/1/2024).

Kelebihan pengunjung di sebuah destinasi ternyata juga berdampak buruk terhadap lingkungan itu sendiri. Penurunan dan keausan batu Candi Borobudur beberapa waktu lalu menjadi salah satu contoh dampak dari pengunjung yang berlebih.

Menurutnya, pemerintah harus menghitung kemampuan kapasitas terpasang di satu destinasi serta mulai memetakan daerah mana yang kemungkinan dipadati oleh pengunjung. Hal ini diyakini dapat mengantisipasi overtourism dan kerusakan lingkungan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, sebelumnya membantah Bali mengalami masalah overtourism. Pasalnya, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia di 2023 masih rendah dibandingkan 2019.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia hingga November 2023 mencapai 10,4 juta kunjungan. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama di 2019, di mana tercatat sebanyak 14,7 juta kunjungan.

“Jadi masih ada ruang,” kata Sandi di Kantor Kemenparekraf, Selsa (23/1/2024).

Kendati demikian, pemerintah mulai melakukan antisipasi. Diantaranya, dengan menyiapkan paket wisata hingga destinasi-destinasi baru guna mengurai kepadatan di sebuah destinasi dan mempermudah pergerakan dari satu destinasi ke destinasi lainnya. Cara ini diharapkan dapat mengantisipasi overtourism di Bali.

Pemerintah juga menerapkan biaya masuk bagi wisman yang datang ke Bali mulai Februari 2024. Para pelancong asing yang masuk ke Bali wajib membayar biaya retribusi sebesar US$10 atau setara Rp150.000 per orang. Pungutan tersebut nantinya cukup dibayarkan satu kali selama berwisata ke Bali.

Sebelumnya, CNN dalam laporannya mencantumkan Bali sebagai salah satu destinasi dengan masalah overtourism bersama dengan Amsterdam, Athena, Phuket, hingga Venesia.

Menurut laporan itu, Bali tengah dihadapkan pada jumlah pengunjung yang tidak terkendali akhir-akhir ini, membuat Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan daftar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat berkunjung ke Bali. Aturannya, antara lain dilarang mengumpat, menyentuh pohon keramat, atau memanjat bangunan. 

CNN juga merekomendasikan untuk menghindari berwisata ke Bali pada Januari, Juli, Agustus, dan Desember untuk menghindari keramaian.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper