Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mentan Amran Permudah Petani Beli Solar Subsidi, Begini Caranya

Mentan Amran mempermudah petani membeli solar subsidi usai berbicara dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/10/2023) - BISNIS/Ni Luh Anggela.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/10/2023) - BISNIS/Ni Luh Anggela.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, petani bisa menebus solar bersubsidi hanya dengan menggunakan tanda tangan kepala desa.

Mentan Amran menjamin, pemerintah siap memenuhi kebutuhan petani selama masa tanam I (MT I) ini. Bukan hanya benih dan pupuk bersubsidi, tapi juga solar subsidi. Menurut Amran, dari pembicaraannya dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, penyaluran solar subsidi di kalangan petani juga akan dipermudah.

"Saya dengar petani sulit mendapatkan solar bersubsidi. Langsung saya telepon Menteri ESDM. Beliau bilang akan mempermudah petani untuk mendapatkan solar bersubsidi," ujar Amran saat mengikuti Gerakan Percepatan Tanam di Kelompok Tani Sipatuo Sipatokkong, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre Kabupaten Bone, dikutip dalam siaran pers, Senin (15/1/2024).

Amran menyebut, hasil pembicaraan dirinya dengan Arifin Tasrif didapati bahwa petani kini cukup menggunakan tanda tangan kepala desa untuk bisa menebus solar bersubsidi.

"Cukup tanda tangan kepala desa, anggota kelompok tani bisa mengambil BBM [bahan bakar minyak]," kata Amran.

Selain itu, Amran juga menyinggung soal tambahan anggaran subsidi pupuk tahun ini sebesar Rp14 triliun. Dia berujar, dalam waktu satu pekan, surat mengenai alokasi pupuk bersubsidi terbaru akan sampai ke tingkat pemerintah daerah dan akan diturunkan kepada penyuluh dan petani.

"Ada stok pupuk 1,7 juta ton di pengecer indonesia. Jadi tidak perlu ragu soal ketersediaan pupuk untuk masa tanam ini," sebutnya.

Adapun Amran menargetkan peningkatan produksi beras di Kabupaten Bone hingga 30 persen dari total produksi 2023 sebanyak 861.230 ton. Oleh karena itu, dia meminta petani untuk fokus mempercepat tanam padi sebagai antisipasi krisis pangan global.

Amran menilai, pupuk sebagai salah satu faktor utama dalam usaha tani terutama untuk meningkatkan produktivitas secara nasional. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa pemerintah tetap komitmen memberikan subsidi pupuk kepada petani. Adapun saat ini pemerintah memberikan subsidi untuk pupuk urea dan NPK bagi 9 komoditas yang memiliki nilai strategis dan berdampak terhadap inflasi.

"Saya meminta semua bekerja sama untuk bisa meningkatkan produksi. Kita saat ini sedang dihadapkan pada krisis pangan dunia. Jadi kita harus bisa meningkatkan kemandirian kita,” tutur Amran.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper