Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prabowo Dorong Proyek Giant Sea Wall, Bakal Terintegrasi Jalan Tol dan Jalur Kereta

Menhan Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall). Apa saja fungsinya?
National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). /ncicd
National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). /ncicd

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, kembali mendorong pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di wilayah utara Pulau Jawa.

Prabowo menyebut bahwa sejumlah kementerian telah sepakat untuk membentuk gugus tugas atau task force guna mengkaji pembangunan giant sea wall di Pantai Utara Jawa.

"Menko Perekonomian [Airlangga Hartarto] dan beberapa menteri lainnya sepakat akan membentuk task force, kelompok kerja untuk mengkaji dan mempercepat persiapan-persiapannya," kata Prabowo dalam agenda seminar nasional Strategi Perlindungan Kawasan Pulau Jawa, Melalui Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (1/1/2024).

Seiring dengan hal itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah mengkaji pembangunan proyek tersebut.

Dia menyebut, sejumlah kota yang akan dibangun tanggul laut raksasa lebih dahulu di antaranya yakni di pesisir laut Bekasi hingga Serang, Banten.

"Tadi di diskusi ada tuh Bekasi, Jawa Barat. Jadi, harusnya dari Serang, aset jalan tol, kereta api, kawasan industri, kan banyak sekali di Pantura. Ini kan harus dijaga supaya dia tetap berfungsi," ujarnya.

Di samping itu, Wahyu juga menjelaskan bahwa nantinya kehadiran giant sea wall tidak hanya dapat digunakan untuk mencegah kenaikan muka air laut saja, melainkan dapat juga digunakan untuk membangun jalan tol hingga jalur perlintasan kereta api.

"Membangun giant sea wall yang terintegrasi itu, jadi fungsi tanggul itu bisa dipakai juga untuk jalan, untuk kereta api, untuk pertahanan mungkin bisa dipakai juga untuk pertahanan seperti perluasan bandara," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah memang berkomitmen untuk membangun tanggul laut sebagai bentuk skenario antisipasi jangka panjang mengatasi penurunan tanah di Jakarta.

Airlangga menyampaikan pembangunan yang terbagi menjadi tiga fase ini akan menelan Rp164,1 triliun untuk pembangunan dua fasenya. Sementara fase sisanya belum diketahui total anggarannya. 

“Total cost [Rp164,1 Triliun] yang diperlukan untuk pantura [Jakarta], hanya untuk bendungnya, banyak proyek yang bisa kita kembangkan dari sini,” ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper