Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ID Food Siap Impor Daging Sapi untuk Amankan Stok Lebaran 2024

ID Food menunggu penugasan impor daging sapi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk mengamankan stok jelang puasa dan Lebaran 2024.
Ilustrasi sapi /Reuters
Ilustrasi sapi /Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) ID Food masih menunggu penugasan importasi daging sapi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memenuhi stok cadangan pangan pemerintah (CPP) sekaligus mengamankan stok jelang puasa dan Lebaran.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) ID Food, Frans Marganda Tambunan, mengatakan pihaknya berharap surat penugasan impor daging sapi bisa terbit pada pertengahan Januari 2024.

“Harusnya tidak lama [surat penugasan impor keluar]. Harusnya di pertengahan Januari atau di minggu ketiga sudah ada surat penugasannya, terutama kalau kita mau mengamankan puasa dan Lebaran,” kata Frans kepada awak media di Gedung Waskita, Jakarta, dikutip Selasa (9/1/2024).

Rencananya, sebanyak 20.000 ton daging sapi konsumsi akan didatangkan dari Brasil sepanjang 2024. BUMN Pangan ini juga berencana untuk impor daging sapi dari Australia.

Kendati demikian, skemanya berbeda dengan Brasil, yakni melalui B2B atau antar bisnis, sehingga pihaknya tidak perlu menunggu penugasan untuk melakukan importasi.

Untuk importasi daging kerbau, ID Food akan bekerja sama dengan Perum Bulog dalam hal pendistribusian daging kerbau.

“Nanti kita berpartner sama Bulog, bantu distribusi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil rapat terbatas (ratas) neraca komoditas, pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk mendatangkan 100.000 ton daging kerbau, sedangkan kuota 50.000 ton daging kerbau dilimpahkan kepada swasta.

Sementara, ID Food mendapatkan penugasan untuk mendatangkan 20.000 ton daging sapi Brasil untuk tahun ini. Selain daging sapi dan kerbau, Bapanas juga mengungkapkan sejumlah komoditas yang akan diimpor pada 2024 guna memenuhi stok CPP.

Di antaranya, beras sebanyak 2 juta ton, gula konsumsi 708.000 ton (atau setara gula kristal mentah), dan 500.000 ton jagung. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produksi daging sapi dan kerbau diprediksi mencapai 524.760 ton pada 2022. 

Jika diperinci, Pulau Jawa merupakan kontributor terbesar untuk produksi daging sapi dan kerbau sebesar 54,95% atau sekitar 288,330 ton, diikuti Pulau Sumatra sekitar 26,80%, dan Pulau Sulawesi sekitar 7,07% terhadap total produksi daging sapi dan kerbau di 2022.

Konsumsi daging sapi dan kerbau di Indonesia diperkirakan mencapai 816.790 ton dengan jumlah penduduk sekitar 278,84 juta jiwa pada 2023. 

Secara regional, konsumsi daging sapi dan kerbau terbesar pada 2023 berada pada Pulau Jawa. Tercatat, konsumsi daging sapi dan kerbau di Pulau Jawa sebanyak 583.360 ton dengan jumlah penduduk sekitar 155,76 juta jiwa, diikuti Pulau Sumatra 107.380 ton dengan jumlah penduduk 60,78 juta jiwa.

Konsumsi daging sapi dan kerbau terendah berada pada Pulau Maluku dan Papua yaitu sebanyak 10.340 dengan total penduduk sekitar 8,93 juta jiwa.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper