Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kementan Refocusing Anggaran 2024 Rp7 Triliun, Buat Apa?

Kementan akan melakukan refocusing anggaran 2024 untuk komoditas padi, mengingat adanya fenomena El Nino.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/10/2023) - BISNIS/Ni Luh Anggela.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/10/2023) - BISNIS/Ni Luh Anggela.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan refocusing anggaran 2024 untuk komoditas padi, mengingat adanya fenomena El Nino yang membuat produksi padi menurun. 

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan, kementeriannya bakal melakukan refocusing anggaran 2024 sebesar Rp7,1 triliun.

“Refocusing anggaran untuk 2024 sebanyak Rp7,1 triliun ini untuk padi karena padi ini bermasalah kan karena ada El Nino,” kata Amran kepada awak media di Jakarta Timur, Senin (8/1/2024).

Amran menambahkan, kementeriannya akan mengajukan usulan tambahan anggaran ke DPR RI, jika diperlukan. 

“Kekurangannya kita tambah lagi ABT (Anggaran Belanja Tambahan) di 2024,” ujar Amran. 

Sebagaimana diketahui, total anggaran Kementan pada 2024 sebesar Rp14,7 triliun. Anggaran sebesar Rp14,7 triliun ini akan dibagi per-Eselon I Kementan dengan komposisi yakni, Sekretariat Jenderal sebesar Rp1,5 triliun, Inspektorat Jenderal sebesar Rp124 miliar,  Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sebesar Rp3,0 triliun, Direktorat Jenderal Hortikultura sebesar Rp1 triliun, dan Direktorat Jenderal Perkebunan sebesar Rp1 triliun.

Kemudian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sebesar Rp2,5 triliun, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian sebesar Rp2,57 triliun, Badan Standarisasi Instrumen Pertanian sebesar Rp975 miliar, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sebesar Rp946 miliar, dan Badan Karantina Pertanian sebesar Rp985 miliar.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut target produksi beras pada 2024 turun sebesar 3 juta ton dari sebelumnya 35 juta ton. Adapun, perubahan target produksi beras tersebut terjadi seiring silih bergantinya kepemimpinan di instansi tersebut.

Mentan Amran Sulaiman mengatakan target produksi beras 32 juta ton telah mempertimbangkan kondisi waktu tanam dan panen raya yang diperkirakan mundur.

"Kita target setinggi-tingginya sesuai dengan kondisi El Nino, hanya saja sekarang melihat perkembangan masa tanam yang mundur," ujar Amran usai rapat kerja bersama Komisi IV DPR-RI, Senin (13/11/2023).

Amran mengatakan musim tanam padi di akhir tahun ini mundur sekitar 1-2 bulan sebagai dampak dari adanya El Nino. Oleh karena itu, Kementan, kata Amran tetap melakukan percepatan tanam padi untuk menggenjot produksi di awal 2024.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper