Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AirNav: Lalu Lintas Penerbangan Naik 17% Sepanjang 2023

AirNav Indonesia melaporkan kenaikan lalu lintas penerbangan di Indonesia sebesar 17% sepanjang 2023.
Kesibukan penerbangan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (28/11/2022). Bisnis/Paulus Tandi Bone
Kesibukan penerbangan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (28/11/2022). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, BOGOR - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia melaporkan kenaikan lalu lintas penerbangan di Indonesia sepanjang 2023.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana B. Pramesti, menjelaskan, hingga akhir Desember 2023 perusahaan telah melayani lebih dari 1,8 juta penerbangan. Jumlah tersebut meningkat 17% dibandingkan pada 2022 yaitu 1,5 juta penerbangan. 

Polana mengatakan, AirNav melayani lebih dari 5.000 penerbangan per hari sepanjang 2023. Perinciannya, sebanyak 80% adalah penerbangan domestik, 12% penerbangan internasional dan sisanya 8% adalah penerbangan overfly atau penerbangan lintas-udara yang tidak mendarat di Indonesia.

"Jumlah traffic sudah mendekati kondisi normal sebelum terjadinya pandemi Covid-19 di awal 2020," kata Polana dalam media gathering di Sentul, Bogor pada Kamis (28/12/2023).

Dia melanjutkan, kinerja pelayanan operasional AirNav juga terealisasi dengan optimal. Hal tersebut ditunjukkan dengan tingkat ketepatan waktu atau On-Time Performance untuk keberangkatan dan kedatangan pesawat mencapai 99,8%, melebihi target 2023 yaitu 95%.

Dia menuturkan, pada 2023, AirNav juga berperan aktif untuk memberikan layanan navigasi penerbangan di beberapa Bandara baru seperti Ibu Kota Negara (IKN), Nabire Baru, Kediri, Singkawang, Mentawai, Poto Tano, dan Tanjung Bara. Selain itu, AirNav juga turut mensukseskan peralihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara BIJB Kertajati.

Pada kinerja keselamatan penerbangan, AirNav juga berhasil menekan angka kejadian keselamatan penerbangan di bawah 1%, di mana faktor environment dan cuaca mendominasi sebesar 67%.

Tingkat kesiapan dan kinerja fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance dan automasi juga dapat dipertahankan di atas 99%, sehingga dapat menunjang kegiatan operasional dengan baik.

Selain itu, AirNav juga berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi para pengguna jasa navigasi penerbangan. Hal ini dilakukan dengan berbagai inovasi dalam aplikasi dan prosedur yang dapat meningkatkan keselamatan, keteraturan dan efisiensi penerbangan di Indonesia.

Polana mengatakan, dengan inovasi seperti program User Preffered Route (UPR) atau Tol Udara dan Performance Based Navigation (PBN), memungkinkan para maskapai untuk memilih rute penerbangan yang paling efisien dan menghemat bahan bakar. 

Seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian di Indonesia yang tercermin dari meningkatnya jumlah penerbangan, AirNav Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna menyosong tahun 2024.

Berbagai program inovasi telah disiapkan antara lain, implementasi Cross Boundary UPR atau Tol Udara Lintas Negara, optimalisasi pergerakan traffic di bandara Soekarno-Hatta, peningkatan pelayanan di ruang udara Jayapura.

"Selain itu, kami juga akan mengembangkan aplikasi manajemen resiko berbasis IT, pengaturan jadwal dinas personel operasi berbasis FRMS dengan menghitung tingkat fatigue/lelah, pengembangan AirNav Training Center, dan peningkatan Customer Service Index serta Customer Satisfaction Index," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper